Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP-ISKA) meminta pemerintah untuk berpihak dengan tegas pada penegakan Pancasila dan Bhinneka Tungal Ika sebagai sendi dasar kehidupan bernegara.
Menurut ISKA pembiaran kekerasan oleh jajaran aparatur pemerintah akan merusak jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat dan berke-Tuhan-an. Hal ini juga kian menunjukkan bahwa ada ketidakmampuan.
Hal itu disampaikan ISKA menyikapi kasus penyerangan dan pembunuhan sejumlah jemaah Ahmadiyah di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten pada Minggu (6/2/2011) dan pembakaran gereja-gereja di Temanggung, Jawa Tengah, pada Selasa (8/2/2011).
"Kita menyampaikan dukacita mendalam atas jatuhnya korban nyawa dan rusaknya sarana peribadatan umat beragama serta fasilitas umum," kata Ketua Presidium ISKA, Muliawan Margadana kepada Tribunnews.com.
ISKA, kata Muliawan, juga mengecam keras segala tindak kekerasan dan intoleransi yang mengatasnamakan agama dan dilakukan sekelompok warga masyarakat, dalam menyelesaikan perbedaan yang ada.
"Tindakan tersebut menunjukkan tidak adanya jaminan kebebasan dan keamanan beribadah bagi pemeluk agama dan kepercayaan sebagaimana dijamin di dalam UUD 1945," imbuh Muliawan.
Oleh karenanya ISKA meminta seluruh komponen bangsa untuk secara jernih dan cerdas, mengkaji serta menyaring masuknya ajaran-ajaran dan nilai-nilai yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai fundamental bangsa yang toleran, harmonis dan beradab. Selain itu ISKA juga mengajak bersama-sama melakukan proses deradikalisasi terhadap pihak yang bertentangan. "Kita terus meneguhkan secara terus-menerus nilai-nilai solidaritas yang tidak mengenal sekat," tukasnya.
Ikatan Sarjana Katolik Kecam Tindak Kekerasan Atas Nama Agama
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Kisdiantoro
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan