Laporan wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri membantah bahwa jajarannya tak becus menangani pengamanan aksi yang berkaitan soal agama, sehingga sejumlah personil TNI diterjunkan ke lokasi kerusuhan, sekitar PN Temanggung, Jawa Tengah.
Menurut Kabag Penum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, adanya sejumlah anggota TNI tersebut hanya sebagai aksi preventif. "Itu upaya dalam kaitan hal preventif. Kalau upaya paksa kan itu kepolisian," ujar Boy di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (8/2/2011).
Boy menjelaskan, sekitar 700 petugas kepolisian masih disiagakan di lokasi, pascarusuh massa yang melakukan aksi perusakkan dan pembakaran dua tempat ibadah.
Ratusan petugas kepolisian itu berasal dari Polres Temanggung, Polres Magelang dan Polda Jawa Tengah.
Sebagaimana diberitakan, seribu lebih massa yang tidak puas atas putusan lima tahun penjara terhadap terdakwa Antonius Richmon Bawengan dalam kasus penistaan agama di PN Temanggung pada Rabu pagi, mengamuk. Dua tempat ibadah dan dua mobil Dalmas Polres Temanggung dan Polres Magelang dirusak massa.
Polri Bantah Tak Becus Sehingga TNI Turun Tangan
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Kisdiantoro
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan