News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bentrok Cikeusik

Rusuh Temanggung 8 Tersangka, Bentrok Cikeusik 5

Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga ramai-ramai mengevakuasi bangkai mobil di gereja yang diamuk massa, Selasa (8/2/2011).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Polisi sudah menetapkan delapan tersangka dalam kerusuhan di Temanggung dan lima tersangka dalam kejadian penyerangan Jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten. Hal ini diungkapkan Asisten Kapolri Bidang Operasi Irjen Pol. Sunarko dalam diskusi Perspektif DPD RI, Jumat (11/2/2011).

Sunarko mengatakan Kapolri segera menurunkan tim internal untuk menginvestigasi peristiwa-peristiwa kekerasan berlatar belakang agama ini. Di Temanggung dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Makbul Padmanegara sementara di Cikeusik dipimpin oleh Irwasum Komjen Pol. Nanan Soekarna.

"Di Cikeusik, sudah ada 25 saksi yang kita ambil keterangan, tersangkanya lima. Temanggung sampai hari ini 17 saksi, dengan delapan tersangka. Sudah kita tahan," ungkapnya.

Mengenai perkembangan lanjutan dari kerja tim, Sunarko enggan berkomentar. Menurutnya, Polri saat ini masih berfokus pada orang per orang untuk merangkai kronologis yang diharapkan bisa mengacu pada tokoh utama maupun persoalan intinya. "Kita tidak hanya menyikapi kasus yang terjadi, tidak hanya satu aspek pendekatan semata, tapi secara simultan dari tiga aspe," katanya.

"Pertama, dari aspek pengelolaan keamanan ditinjau dari pendekatan penggelaran kekuatan. Kedua, kasus ini sudah terjadi, tentu proses hukum harus berjalan, obyektifitas dan tidak diskriminatif. Ketiga, karena ada akar masalah yang perlu dibahas oleh semua pihak maka harus kita selesaikan," lanjut Sunarko.

Sunarko juga enggan berkomentar soal indikasi para pelaku yang mengenakan pita biru dan pita hitam seperti yang nampak pada video yang beredar. "Langkah yang dilakukan tim penyidik Polri mengarah kepada siapa berbuat apa dulu. Pada perilaku personal. Dari orang per orang akan kita jadikan kajian komprehensif sehingga pada saatnya kronologis peristiwa akan kita buka," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini