News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rusuh Sidang di Temanggung

Pemuda Ka'bah Akui 6 Simpatisannya Terlibat Rusuh Temanggung

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga ramai-ramai mengevakuasi bangkai mobil di gereja yang diamuk massa, Selasa (8/2/2011).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) underbow (sayap partai) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syahrial Agamas mengakui, enam orang simpatisan organisasi yang dipimpinnya terlibat dalam rusuh di Temanggung, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Namun, Syahrial memastikan ke enam simpatisan itu bukanlah pengurus teras GPK.

"Untuk kasus Temanggung, kita sudah kirim tim. Tak ada yang terlibat. Tapi, memang  ada dari diluar, simpatisan  GPK yang ikut-kut.  Namun, sampai saat ini kita terus mencari fakta-fakta  yang akurat terkait kasus ini," kata Syahrial Agamas kepada Tribunnews, saat ditemui di DPP PPP, Jalan Dipenogoro, Senin (14/02/2011).

Ke enam yang diduga terlibat dalam rusuh di Temanggung, kata Syahrial menegaskan, bukanlah pengurus inti GPK. Melainkan simpatisan yang terpancing saat kerusuhan terjadi.

Ke enam simpatisannya itu, adalah warga Temanggung yang kebetulan ikut dalam aksi, saat melihat kerusuhan terjadi.

"Kami, tentu akan melakukan tindakan tegas sambil menunggu proses hukum yang akan dilakukan. Apa yang mereka lakukan, kami ingin tegaskan, tidak mengatasnamakan GPK, tapi tindakan perorangan," tegasnya.

"Kami juga protes keras kalau GPK dikatakan sebagai aktor utama dalam kerusuhan Temanggung. Tak mungkin GPK memerintahkan pengrusakan seperti itu. Itu ulah oknum yang harus dipertanggungjawabkan sendiri perbuatannnya, tidak mengatasnamakan organisasi. Kami adalah sayap partai, tak mungkin ada intruksi bersikap anarkis seperti itu," tegasnya lagi.

Saat ini, GPK bersama ormas lain bersama-sama mencari seluruh fakta-fakta yang terjadi dalam kerusuhan Temanggung itu.

"Tentu, kita akan lakukan upaya pendampingan. Kalau toh ada oknum yang terlibat,  saya katakan lagi, itu bukan orang-orang teras GPK. Secara institusi tidak ada pertintah lakukan tindakan anarkis, dan itu dilakukan secara perorangan," Syahrial menambahkan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini