Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa terorisme Abu Bakar Ba'asyir mengaku tidak mengenal Dulmatin, salah satu pentolan yang melatih di Aceh. Ba'asyir menyatakan hubungan antara dirinya dengan Dulmatin hanya tuduhan yang dibuat oleh Densus 88.
"Saya tidak kenal Dulmatin, itu tuduhan biasa, itu pekerjaan Densus 88," kata Abu Bakar Ba'asyir di ruang tahanan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (24/2/2011).
Amir Jamaat Anshorut Tauhid (JAT) tersebut juga membantah bahwa dirinya melakukan pengumpulan dana untuk kegiatan pelatihan militer di Aceh. "Masak saya bisa gerakkan uang Rp 1miliar," ucapnya.
Ba'asyir menyatakan bahwa dirinya simpatik terhadap pelatihan militer di Aceh. Namun, Ba'asyir menyampaikan kalau dia tidak bisa membantu dengan senjata. "Saya simpati, saya tidak bisa bantu dengan senjata. Itu melaksanakan perintah Allah, hanya menggunakan senjata tanpa izin," imbuhnya.
Hingga saat ini persidangan eksepsi Ba'asyir masih berlangsung. Eksespsi dibacakan oleh Ba'asyir dan dilanjutkan dengan pengacara dari Tim Pembela Muslim.(*)
Ba'asyir: Tuduhan Mengenal Dulmatin Hanya Rekayasa Densus
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Juang Naibaho
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan