TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa
mengungkapkan rencana pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi
bisa ditunda jika kesiapan teknis maupun efek sosialnya tidak siap.
"Kalau
menunjukan tanda-tanda yang kurang begitu siap , baik kesiapan teknis
maupun efek sosialnya maka bisa saja kita tunda," tegas Hatta, di
Jakarta, Jumat (25/2/2011).
Hatta melanjutkan bahwa kajian yang
tengah disiapkan Kementerian ESDM, BPH Migas dan Pertamina harus melihat
situasi oil price saat ini dan memperhitungkan inflation dan segala
macem dampak sosial dari rencana tersebut.
Namun, ditunda atau
tidak, menurut Hatta itu masih tergantung pada kajian mengenai dampak
yang diakibatkan program pembatasan BBM bersubsidi.
"Saya hanya
kepada 1 polacy makro nanti kalau masalah teknis ditujukan kepada ESDM.
Intinya adalah, tunggu kajian itu tapi saya memandang dalam situasi oil
price saat ini dan kita juga harus memantaine stabiliti, pangan kita,
puschasing power masyarakat kita, inflation dan segala macem," ujarnya.
Hatta menjelaskan pula bahwa kalau rencana pembatasan ditunda, mengenai waktu, masih harus dibahasa bersama DPR.
"Sampai
kapan ditundanya, maka kita bahas dulu seperti apa hasil kajian
tersebut toh pembahasannya tidak bisa pemekita sudah putuskan bersama
DPR," terangnya.
Selain itu, di tengah manaiknya harga minyak
dunia, ditegaskan Hatta, bahwa pemerintah belum terpikirkan untuk
menaikan harga BBM. "Belum ada sama sekali," tegasnya.
Menghadapi lonjakan harga minyak dunia, langkah yang diambil pemerintah adalah dengan menjalankan 2 polacy (kebijakan).
Pertama, imbuh Hatta, dari sisi suplai, pemerintah akan terus meningkatkan produksi. Kedua, pada sisi demand akan ditata demand dengan baik
"Penghematan kemudian dimana kita bisa memanfaatkan energi-energi terbarukan ya harus digenjot," jelasnya.
Hatta: Kurang Siap Bisa Saja Ditunda
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan