TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur
Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menyayangkan polemik yang hampir
menyita wacana publik selama lebih dari satu minggu ini akhirnya
berakhir tanpa perubahan.
Polemik elit yang telah menyita perhatian
bangsa dari persoalan nyata yang dialami oleh rakyat seperti kelangkaan
BBM di beberapa daerah, harga sayur yang mulai melambung, kemiskinan
yang menyayat dan bunuh diri yang makin merebak akibat kemiskinan.
"Hasilnya
adalah Golkar tetap di setgab. PKS nampaknya, bakal menyusul hal yang
sama dan Gerindra terbuang," kata Ray kepada tribunnews.com,
Rabu (9/3/2011).
Padahal, lanjut Ray, kemungkinan pecah koalisi, selain
diwacanakan dengan dahsyat oleh kalangan Demokrat, Presiden pun telah
mempergunakan panggung negara untuk menyentil koalisi yang tidak
setia.
"Inilah Presiden yang rakyatnya lebih banyak memikirkan nasibnya
daripada sebaliknya. Sekalipun belum final, bila hasilnya tetap seperti
yang sekarang maka ini juga menunjukan fakta untuk ke lima kalinya
SBY/Demokrat dipecundangi oleh Golkar," katanya.
Menurut Ray, keberhasilan pertama adalah
penetapan kasus lumpur Lapindo sebagai bencana alam. Dan karenanya
negara yang mengambil alih tanggung jawabnya.
Kedua dalam kasus Bank Century dan ketiga dengan dibentuknya setgab yang justru dikomandoi oleh Aburizal Bakrie.
"Keempat
tentu kasus angket mafia pajak. Sekalipun kemudian kalah di Paripurna
tapi bahwa angket ini lolos ke Paripurna saja menandakan Golkar tak bisa
ditekan Demokrat," ujarnya.
Keberhasilan terakhir Golkar terkait soal ribut setgab yang justru berujung pada makin kuatnya posisi Golkar di setgab.
"Ironis
dan sekaligus memalukan. Presiden membukan front perseteruan di
mana-mana tapi berujung dengan kekalahan dirinya. Semua sistem politik
dan negara yang tersedia tak cukup membantunya menjadi Presiden yang
sesungguhnya," paparnya.
Ray: Lima Keberhasilan Golkar Pecundangi Demokrat
Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan