Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemeriksaan lanjutan rombongan pelaku bisnis narkoba Lapas Nusakambangan secara intensif digelar di kantor BNN Jakarta. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap jaringan internasional.
Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumirat menyebut, keterlibatan jaringan internasional ini diketahui dari pengembangan penyelidikan dan keterangan para tersangka. Ada komunikasi melalui telepon genggam napi Yoyo dan Hartoni juga terungkap
"Jaringan internasional pasti ada. Ada tiga warga negara Nepal, Boski. Tiga warga Malaysia keturunan India dan tiga warga Indonesia keturunan India. Mereka dibantu sipir, Didit M, sehingga bisa mengendalikan narkoba dari balik jeruji besi," ujar Sumirat.
Untuk diketahui, rombongan pelaku bisnis narkoba Lapas Nusakambangan, termasuk Kalapas Marwan Adli, tiba di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Jumat (11/3/2011).
Dengan tangan diborgol dan digiring petugas BNN, rombongan bisnis narkoba lapas ini tiba sekitar pukul 09.30 WIB.
Rombongan bisnis narkoba lapas terdiri dari enam tersangka, yakni Kalapas Nusakambangan Marwan Adli, Kepala Pengamanan LP Iwan Syaefuddin, Kepala Seksi Bina Pendidikan FOB Budhiyono, cucu kalapas bernama Rinald, napi Hartoni Jaya Buana dan napi sekaligus jenderal besar di lapas bernama Yoyo.
Tiga Warga Malaysia Diduga Sindikat Narkoba Internasional
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Ade Mayasanto
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan