TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Abu Bakar Baasyir menilai paket bom buku
yang dialamatkan ke kediaman musisi Ahmad Dhani sebagai tindakan
pengecut. Pasalnya pelaku tidak menunjukkan jati dirinya.
"Saya
ga percaya kalau ini dilakukan oleh umat Islam, kalau jihad harus
gentleman, harus hadap-hadapan," kata Abu Bakar Baasyir di ruang tahanan
sementara di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis
(17/3/2011).
Baasyir mengaku tidak mengenal Ahmad Dhani sebagai
pentolan grup band Dewa 19. Namun dirinya menuding bila paket tersebut
dilakukan oleh Densus 88.
"Ahmad Dani itu siapa? Apalagi kalau itu
musisi, saya gak kenal. Itu semakin terlihat kalau rekayasa. Itu
analisis saya lho ya," ujarnya.
Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT)
menganggap teror bom itu digunakan Densus untuk mendapatkan dana dari
Amerika Serikat.
"Ya soal bom itu, itu rekayasa saya menuding itu
dilakukan oleh densus tujuannya untuk mendapatkan uang teroris ini
dipelihara oleh densus karena selama teroris masih ada densus dapat uang
dari Amerika Serikat," tukasnya.
Baasyir: Pelaku Paket Bom Buku Pengecut
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan