TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panitia penyelenggara Indonesia Green Radio
Award (IGRA), mengaku memang menunggu beberapa paket berupa hard copy,
dari Pemerintah kota, pemerintah kabupaten di
daerah-daerah Indonesia. Namun siapa sangka salah satu paket tersebut
diduga berisikan bom.
"Kita memang nunggu paket-paket itu. Kita minta pemkot dan pemkab
mengirimkan materi mereka ke kita untuk dinilai dewan juri guna
diberikan award. Maunya dikirim soft copy, tetapi beberapa daerah
mengirimkan hard copy," ujar Panitia IGRA, Danang Kukuh Wardoyo, kepada
wartawan, di lokasi teror bom, Jalan Utan Kayu Utara Nomor 68, Jakarta
Timur, sore hari ini, Kamis (17/3/2011).
Dirinya mengaku sudah mengontak pihak pengirimnya Badan Lingkungan
Hidup Daerah Bali, dan sempat berbincang-bincang untuk menanyakan
mengenai paket itu.
"Saya kontak pengirimnya Kepala BPHD Bali, dia bilang ngirim lewat anak buahnya, ia memastikan anak buahnya ngirim," ujarnya.
Namun ketika ditanya lebih lanjut perbincangan tersebut, Danang sudah keburu dibawa oleh pihak kepolisian untuk diperiksa.
Awalnya paket yang diduga berisikan bom itu diterima oleh pihak satpam
Teater Utan Kayu, Edwin Leo Putra sekitar pukul 13.30 WIB.
Pihak KBR mencurigai paket itu berupa bom, terang Danang, setelah dicoba dideteksi menggunakan metal detector.
"Itu berupa buku. Ga ada judul. Tiga eksemplar. Saat kita gunakan metal detector, sempat bunyi," ucap Danang.
IGRA sendiri merupakan suatu program penghargaan bagi daerah-daerah yang giat menghijaukan lingkungannya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di luar TKP, terlihat dipenuhi banyak orang.
Selain awak media, terdapat juga masyarakat sekitar yang ingin mengetahui apa yang terjadi di TKP.
IGRA Memang Menunggu Sejumlah Paket
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan