TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak lebih 30
menit, Tim Gegana Polda Metro Jaya berhasil mengamankan paket buku
diduga bom. Paket itu kemudian diamankan dan dibawa ke Markas Gegana
Petamburan, Slipi, Jakarta Barat, untuk memastikan apakah paket tersebut
benar-benar bom atau buku biasa.
Namun, salah satu personil
Gegana yang turut mengamankan paket tersebut, kepada salah seorang saksi
mata menyatakan itu bukan bom. "Salah satu prajurit mengatakan itu
bukan bom. Habis discanning hanya satu kali langsung dimasukkan ke box
baja," ujar saksi mata, Kamis (17/3/2011).
Sementara itu,
Kapolres Jakarta Timur Kombes Saidal Mursalim menambahkan tidak
diledakkannya paket tersebut di tempat karena masih harus diurai.
Memang, dalam hal tertentu, paket atau benda yang mencurigakan bisa saja
diledakkan di tempat kejadian.
"Karena tadi masih belum dilihat
secara jelas, maka diputuskan oleh Komandonya tadi, untuk dibawa. Nanti
kalau sudah diurai akan diberitahu. Belum bisa dipastikan apakah buku
atau bukan. Pengamanan seperti Ini standar, ada yang didisposal ada yang
diurai," ujar Saidal.
Seperti diberitakan, tak lebih dari dua
hari, Teater Utan Kayu kembali mendapat kiriman paket mencurigakan
diduga bom. Paket sebesar satu rim kertas folio ini dibiarkan tergeletak
di halaman parkir, tak jauh dari toko buku kalam, atau sekitar enam
meter dari kedai Tempo.
Petugas Keamanan Teater Utan Kayu Edwin
Leo Putra kepada wartawan di lokasi kejadian, mengaku telah menerima
paket mencurigakan sekitar pukul 13.30 WIB. "Tadi dapat dari paket TIKI
pukul 13.30 WIB. Kiriman kemarin juga sebesar ini," ujar Edwin.
Menurut
Edwin, di dalam paket tersebut berisi tiga makalah setelah disobek.
Namun, karena takut, Edwin tak melanjutkannya. Sampai saat ini,
Kepolisian Sektor Matraman telah mengamankan lokasi dengan melintangkan
garis polisi dekat kantor KBR 68 H.
Paket Mencurigakan Ternyata Bukan Bom
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan