TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) menyatakan
tidak akan menghadiri acara dialog dan dengar pendapat yang diadakan
oleh pihak Kementerian Agama (Kemenag), terkait status Ahmadiyah pada,
Selasa, 22 Maret 2011.
Menurut Zafrullah Ahmad Pontoh, Juru Bicara JAI Pusat, ketidak hadiran
itu, dikarenakan pihak penyelenggara, maupun komposisi peserta dialog
tidak netral dalam menyikapi permasalahan Ahmadiyah.
"Menurut hemat kami dialog semacam ini selayaknya diselenggarakan oleh
institusi netral seperti Kemenko Polhukam, Komnas HAM dan UIN. Setelah
mempelajari ToR dan komposisi peserta dialog, kami berpendapat bahwa
komposisi peserta dialog disusun seimbang antara peserta dari pihak
Pemerintah dan pihak Jemaat Ahmadiyah Indonesia, serta mekanisme dialog
yang disepakati," tuturnya dalam acara konfrensi pers yang digelar di
Kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta), Senin (21/3/2011)
siang.
Pontoh menambahkan, pihaknya merasa penting diaturnya mekanisme dan
dialog yang disusun dan disepakati bersama dengan aturan yang ketat, hal
itu menimbang kebencian terhadap Ahmadiyah di masyarakat.
"Dan pihak Ahmadiyah memiliki kesempatan memberikan penjelasan dan
jawaban tanpa terganggu adanya tekanan/ancaman yang kemungkinan besar
terjadi selama proses dialog berlangsung," tutur Pontoh.
Alasan lainnya, kenapa pihaknya menolak menghadiri undangan dialog
Kemenag, menurut Pontoh, karena terlalu mepetnya waktu penyelenggaraan
acara ketika pihak Ahmadiyah menerima undangan bernomor
SJ/B.VIII/I/BA.02/773/2011 tersebut.
Namun dengan penolakan tersebut, bukan berarti pihak Ahmadiyah menolak berdialog untuk mencari solusi permasalahan Ahmadiyah.
Pontoh meyakinkan, pihaknya dengan tangan terbuka selalu siap berdialog
dengan Pemerintah, dengan syarat-syarat yang telah disepakati bersama.
"Apabila Bapak (Menteri Agama, Suryadharma Ali), dapat menyepakati usul
kami di atas, maka dengan tangan terbuka kami akan memenuhi undangan
dialog antara Pemerintah dan Jemaat Ahmadiyah Indonesia," katanya.
Penolakan untuk menghadiri undangan acara dialog Kemenag itu, menurut
Pontoh diinformasikan kepada Menteri Agama, Suryadharma Ali secara resmi
melalui surat, yang ditandatangani Amir JAI, Abdul Basit.
Ahmadiyah Tolak Undangan Dialog Kemenag
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan