Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yogi Gustaman
TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA - Rencana pelatihan militer di Aceh ternyata tidak semulus yang
dikira. Abu Thalut, orang yang didapuk Amir Jamaah Anshar Tauhjid Ustad
Abu Bakar Baasyir untuk melancarkan pelatihan di sana, sempat berdebat dengan penggagasnya yakni Dulmatin.
Thalut
mengaku, perdebatan itu muncul ketika dirinya yang diminta mensurvey
tempat untuk i'dad pelatihan Aceh, belum mendapat kepastian tempat.
Bahkan dia harus dua kali mensurvey untuk menentukan tempat yang cocok
bersama Abdullah Sonata, orang bawaan Dulmatin.
Sampai satu
ketika, posisi tempat belum juga dipastikan. Namun, Dulmatin tanpa
sepengetahuan Thalut, sudah menggalang sekitar 15 anggotanya untuk ikut
ke Aceh. Belum lagi ada beberapa anggota lainnya yang berkumpul dekat
terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur. Ditotal berjumlah 30 orang.
"Saya
tidak tahu (bagaimana untuk ke Aceh). Karena saya sudah kasih tahu
surveynya belum tepat. Saya pernah debat pendapat. September 2009 saya
tidak terlibat teknis ke sana. Dia bilang bertanggungj awab dan ini
jalan terus," cerita Thalut dalam persidangan untuk Baasyir di
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (21/3/2011).
Perselisihan
Thalut dan Dulmatin tak berlangsung lama setelah Dulmatin
bertanggungjawab terhadap anggotanya yang ikut bergabung. Akhirnya,
anggota yang sudah terkumpul, meski posisi pelatihan belum matang,
berkumpul di rumah Riza Sungkar. Thalut sendiri tak tahu teknis
pemberangkatan mereka karena ditangani Dulmatin. (*)
Inilah Perdebatan Abu Tholut dengan Dulmatin
Penulis: Y Gustaman
Editor: Gusti Sawabi
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan