TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah kelompok keagamaan minoritas menemukan fakta jika mereka sering menjadi sasaran serangan di Indonesia. Para ahli mengatakan serangan itu adalah teroganisir. Demikian dilansir Aljazeera, Selasa (22/3/2011).
Dalam laporan yang diturunkan Aljazeera, sejumlah purnawirawan jenderal di Indonesia mendukung gerakan kekerasan anti-Kristen. Mereka berharap gerakan ini untuk melemahkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dianggap terlalu reformis.
Diwawancarai Aljazeera, Ketua Umum Gerakan Reformis Islam (GARIS) Haji Chep Hernawan mengatakan para purnawirawan jenderal ini sudah bosan dengan kebohongan-kebohongan yang dilakukan SBY. "Mereka mengangkat isu seperti korupsi namun gagal," jelas Chep.
Karena itu, para purnawirawan ini mengangkat isu lain seperti melarang Ahmadiyah untuk melakukan revolusi.
Aljazeera: Purnawirawan Jenderal Ada di Balik Kerusuhan Ahmadiyah
Penulis: Widiyabuana Slay
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan