News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tuduhan Korupsi PKS

Mahfudz Siddiq: Ada Operasi Hancurkan Citra PKS

Editor: Ade Mayasanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Komisi X DPR-RI, Fraksi Demokrat, Mahfudz Siddik

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Upaya mantan pendiri Partai Keadilan, Yusuf Supendi dinilai untuk menjatuhkan citra Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Isu-isu yang dikembangkan Yusuf Supendi ini bagian dari rangkaian isu yang terjadi sebelumnya, dengan target melakukan demarketing terhadap PKS secara opini dan pencitraan.

"Ada upaya men-downgrade citra dan posisi PKS secara opini dan pencitraan," ujar Wasekjen PKS, Mahfudz Siddiq saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Selasa(22/3/2011).

Apa yang dilakukan Yusuf Supendi menurut Mahfudz adalah bagian sebuah operasi. Sebab, banyak rentetan kasus yang lebih banyak menyudutkan PKS semenjak pansus hak angket pajak beberapa waktu lalu.

"Ingat kalau kita ambil dari kasus angket pajak, setelah itu muncul kasus isu reshuffle dan opini bahwa PKS akan menikam dari belakang, tidak loyal dan seterusnya, dan ketika itu tidak direspon maka hilang dengan sendirinya," ungkapnya.

Mantan Ketua Fraksi PKS ini pun mempertanyakan aksi operasi menjungkirkan nama baik PKS tersebut.

"Siapa yang punya kepentingan dibalik itu semua," ucapnya seraya menyebut, sebelum isu Yusuf Supendi muncul, PKS diserang dengan kabar video mesum mirip Sekjen PKS Anis Matta.

"Saat muncul video mesum yang dikatakan orang mirip Anis Matta, kami juga tidak bereaksi dan ternyata masyarakat membatasi diri. Lalu muncul isu daging berjenggot. Fakta-fakta itu adalah fakta yang sangat lemah dan sekarang isu-isu Yusuf Supendi," jelas Mahfudz.

Secara substansi lanjut Mahfudz, kasus Yusuf SupendiĀ  bukan hal yang baru. Apa yang dikerjakan Yusuf juga tak perlu direspon.

"Ini pada tataran kami, ini sesuai yang tidak perlu kami respon, karena nanti masyarakat sendiri atau institusi yang bersangkutan melapor itu akan bisa menjelaskan soal layak tidaknya informasi yang disampaikan untuk ditindaklanjuti," sergahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini