TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Laporan paket mencurigakan yang diterima Polda
Metro Jaya dan jajarannya saat ini mulai menurun, tetapi kewaspadaan
dari pihak kepolisian terus ditingkatkan dalammengantisipasi adanya
teror baru.
"Situasi secara umum alhamdulillah masyarakat sekarang sudah mulai tidak
peduli lagi dengan keadaan-keadaan itu, tetapi kewaspadaan tetap kita perlu tingkatkan karena niat daripada pelaku selalu ingin membuat
suasana yang tidak kondusif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharuddin Djafar, Senin
(28/3/2011).
Untuk perkembangan kasus bom buku sendiri, hingga saat ini Polda Metro
Jaya telah dan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap empat bom. Sudah ada 29 orang yang diperiksa sebagai saksi.
"Hasilnya ada satu sketsa dan dari Labfor sedang bekerja, hasilnya belum
disampaikan kepada kita mengenai materi yang ada di paket bom buku
itu," kata Baharudin.
Sedangkan tim kepolisian lainnya masih menelusuri beberapa informasi.
"Itu juga tetap dikerjakan oleh tim. Jadi yang baru bisa kita sampaikan
kepada publik baru ada sketsa yang baru disebar dan tim tetap bekerja,"
ujarnya.
Polisi baru bisa membuat satu sketsa kurir bom buku di Kantor KBR68H,
Utan Kayu, Jakarta Timu, sedangkan kurir yang mengirimkan bom buku ke
Republik Cinta Manajemen (RCM), masih belum bisa dibuat sketsanya.
"Sampai sekarang belum, ini perlu ketelitian, perlu kesempurnaan, perlu
informasi yang cukup untuk menyelesaikan sketsa ini," jelas Baharudin.
Masyarakat Mulai Tak Peduli dengan Paket Bom Buku
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan