TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah LSM yang tergabung dalam Koalisi
Masyarakat Penegak Citra DPR mendatangi fraksi PAN di gedung DPR, mereka
melakukan audiensi terkait pembangunan gedung baru DPR.
Delegasi
yang datang diantaranya dari TII, Lingkar Madani Indonesia, IBC,
Formappi, Tepi dan LSPP. Dalam pertemuan, Koordinator Formappi,
Sebastian Salang meminta agar pembangunan gedung baru diberhentikan
karena belum ada kepercayaan masyarakat ke DPR yang menginginkan adanya
gedung baru.
"Sebaiknya distop gali lagi kepercayaan masyarakat
ke DPR, buat perencanaan yang baik, kondisi rakyatnya susah kita harap
parlemen jadi contoh," ujar Sebastian saat ditemui di ruang fraksi PAN,
Gedung DPR, Jakarta, Rabu (30/3/2011).
Menurut Sebastian, ada yang
terlihat begitu ngotot untuk terus melakukan pembangunan gedung baru
DPR. Ia juga menyesalkan gambar gedung baru DPR secara tiba-tiba padahal
tender gambar belum pernah dikabarkan.
Hal inilah yang membuat
heran salah Koalisi Masyarakat Penegak Citra DPR. Dengan demikian, kata
Sebastian, ada beberapa kemungkinan terkait gambar gedung baru tersebut.
"Ada
pihak yang sudah menyiapkan gambar sejak awal tanpa biaya. Atau ada
skenario, buatkan saja gambar nanti pembangunan pasti jadi," jelasnya.
Sebastian juga menunjukkan gambar gedung parlemen Chili yang sangat mirip dengan gambar gedung baru DPR.
"Betapa malunya kalau ada utusan parlemen Chili yang datang kesini, lalu lihat gedung parlemennya sama," ujar Sebastian.
Sementara
itu menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti
mengatakan tidak ada argumentasi yang kokoh untuk melanjutkan
pembangunan gedung baru DPR.
"Alasan atau logika untuk
meningkatkan kinerja juga terbantahkan dengan sendirinya karena selama
dua tahun ini kinerja DPR menurun," jelas Ray.
Padahal, kata Ray,
dalam dua tahun terakhir itu beberapa permintaan DPR dipenuhi. Seperti
penambahan staff ahli, komputer, televisi, dan renovasi rumah dinas.
"Semua argumentasi untuk membangun gedung itu terbantahkan," tandasnya.
Koalisi LSM Minta Pembangunan Gedung DPR Distop
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan