News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Marty Natalegawa dan Kevin Rudd Tutup Konferensi di Bali

Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa memberikan keterangan pada wartawan, soal situasi terkini Warga Negeri Indonesia (WNI) di Mesir, di Kantor Kemenlu, Jakarta Pusat, Kamis (3/2/2011). Dalam kesempatan tersebut, Menlu juga menegaskan bahwa isu meninggalnya WNI dalam kerusuhan di Mesir masih dalam penyelidikan Kemenlu.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa menutup Konferensi Tingkat Menteri IV  mengenai masalah imigran gelap, penyelundupan manusia dan kejahatan lintas batas lainnya (The Fourth Bali Regional Ministerial Conference/BRMC-4) yang berlangsung di Nusa Dua Bali (29 - 30 Maret 2011).

Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com, Rabu (30/3/2011). Konferensi dihadiri oleh 18 pejabat setingkat menteri dari 44 negara anggota, termasuk negara dan organisasi internasional sebagai ‘observer’.  Dalam kesempatan itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Kevin Rudd turut hadir.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan kedua menteri, antara lain dikemukakan beberapa keputusan dan rekomendasi yang menggarisbawahi tanggung jawab bersama negara asal, negara transit, dan negara tujuan para imigran.

Menekankan kerangka pendekatan kerjasama yang mampu mengakomodasi kepentingan seluruh negara yang terlibat dan sejalan dengan standar internasional.

Menyepakati bahwa kerangka kerjasama regional yang inklusif namun tidak mengikat, akan memberikan cara yang lebih efektif bagi para pihak yang berkepentingan untuk menjalin kerjasama guna mengurangi irregular migration ke  kawasan.

Selain itu, disepakati bahwa kerangka kerjasama regional tersebut di atas dapat  diimplementasikan melalui negara-negara terkait dengan pengaturan secara bilateral atau sub-regional, guna  meningkatkan respon kawasan terhadap perpindahan manusia yang tidak normal  tadi.

Para menteri juga menyetujui pengembangan  dan  pelaksanaan pengaturan praktis oleh  negara-negara peserta di antaranya melalui upaya menjunjung tinggi kehidupan dan martabat manusia; meningkatkan kapasitas kawasan dalam pemanfaatan sumber daya yang tersedia; mencerminkan prinsip kebersamaan dalam menangani berbagai persoalan, dengan tetap menghormati  kedaulatan dan keamanan masing-masing  negara.

Selanjutnya disadari pula  perlunya  dibahas akar persoalan dari irregular migration, sekaligus mengupayakan keseimbangan penduduk.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini