TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia
Corruption Watch (ICW) menduga adanya motif rente dalam pembangunan
gedung baru DPR. Jika kebijakan ini dilaksanakan maka akan menguntungkan
beberapa pihak saja.
Demikian dikatakan oleh peneliti ICW bidang
politik, Abdullah Dahlan seusai acara peluncuran buku Korupsi Pemilu di
Indonesia, Kamis (31/3/2011) di Bakoel Coffe, Jakarta Pusat.
"Kita
menduga ada motif rente. Pertama terkesan kebijakan yang dipaksakan.
Resistensi publik cukup kuat, resistensi di DPR ada, tapi kebijakannya
tetap," kata Dahlan. Parahnya, sempat dibuat manipulasi unsur
kebutuhannya.
Awalnya, dimulai dari isu yang mengatakan kondisi
gedung DPR yang miring. Namun hal tersebut telah terbantahkan oleh PU.
Kemudian isu ini dialihkan kepada pernyataan bahwa pembangunan gedung
baru DPR adalah lanjutan dari perencanaan Badan Urusan Rumah Tangga
(BURT) sebelumnya.
"Dan lagi-lagi terbantahkan oleh Gerindra," paparnya.
Dan terakhir dibuatlah bahwa pembangunan gedung untuk kebutuhan sekretariat.
Berangkat
dari sini, imbuh Dahlan, terendus ada manipulasi seolah-olah kebijakan
ini dilakukan untuk kepentingan publik, tapi sebenarnya hanya dinikmati
oleh perguruan rente saja.
ICW Duga Ada Motif Rente
Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan