TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maruli Simanjuntak, saksi ahli balistik
menyatakan senjata api yang digunakan dalam pelatihan militer di
pegunungan Jalin Jantho, Aceh sebagian besar masih aktif digunakan.
Dirinya menyebutkan dari 32 senjata api, sebanyak 90 persennya dapat
digunakan.
"Barang bukti 90% bisa dipakai dari 32 senjata yang
ada termasuk senjata panjang. Hasil pemeriksaan oleh kami, kemudian
diserahkan ke penyidik. Saat itu ada 4 orang yang melakukan
identifikasi, identifikasi dilakukan selama 1 tahun," kata Maruli yang
dihadirkan dalam persidangan terdakwa Abu Bakar Baasyir di Pengadilan
Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (6/4/2011).
Maruli
mengungkapkan bila senjata tersebut jatuh kepada orang yang tidak
telatih maka akan berbahaya. Hal itu dikarenakan untuk menggunakan
senjata itu dikepolisian harus mengikuti pelatihan khusus.
"Ini bisa
membuat masyarakat takut jika senjata dimiliki oleh orang yang tidak
ahli," imbuhnya.
Barang bukti yang didapatkan petugas dari
pelatihan militer di Aceh menrupakan standar militer sepertiĀ seperti
AR15, AK 47, Revolver 38 Colt, Browning. Maruli yang bertugas di Pusat
Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri ini mengaku, barang bukti
senjata yang diberikan Densus 88 adalah sebanyak 32 buah.
"Untuk
jenis senjata yang diperiksa ada peluru bulat kaliber 38 dan 9 mm.
Selain itu ada juga peluru untuk senpi revolver dan pistol. Ada juga
peluru tajam kaliber 5.56, 7.62 untuk AR 15 dan AK 47," ungkapnya.
Maruli
mengungkapkan selain melakukan pemeriksaan senjata dan peluru, dirinya
juga memeriksa jenis peluru yang terdapat dalam tubuh korban yang tewas
dalam baku tembak dengan aparat saat penyergapan di Aceh.
"Adanya
korban yang luka dan meninggal saat kontak tembak di Aceh, kami
memeriksa peluru yang digunakan. Kami ambil proyektil yang membuat
korban meninggal dunia atau luka-luka. Kami uji peluru kaliber 38 ,
terkait jatuhnya korban," tukasnya.
90 Persen Senpi Bekas Pelatihan Militer Aceh Masih Aktif
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan