TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini dalam kondisi dilema karena ditampar berbagai persoalan. Wajar saja dalam situasi seperti ini, PKS berusaha mencari skenario menyelamatkan diri.
"Wajar kalau PKS sedang mencari skenario menyelamatkan muka. Di satu sisi PKS telah ditampar oleh masalah lain dan sekarang ada masalah baru lagi. PKS dalam menghukum Arifinto harus sangat hati-hati," tegas pengamat politik Yudi Latief, di Jakarta, Selasa (12/4/2011).
Menurut Yudi, PKS saat ini mencari skenario agar selain Arifinto aman juga muka PKS tidak tercoreng. Bentuk skenarionya, bisa mungkin menempatkan Arifinto sebagai orang yang sangat bersalah dan kemudian berjiwa besar mengatakan bersalah dan minta maaf di depan publik.
"Arifinto dijadikan sebagai pahlawan," kata Yudi Latief.
Padahal, lanjut Yudi, PKS tidak harus berlama-lama lagi menentukan keputusan terhadap Arifinto di PKS. Bila Arifinto sebenar-benarnya telah melakukan pelanggaran, justru publik akan hargai ketegasan PKS untuk memecat Arifinto.
"Komitmen moral itu tidak hanya saat kita menghindari untuk tidak berbuat salah tapi juga dihargai saat kita berupaya menyatakan diri bersalah dan menghukum yang bersalah," ujarnya.
Dengan demikian, ujar Yudi, PKS tidak boleh lagi melindungi Arifinto bila partai tersebut ingin menyelamatkan diri. Bila PKS melindunginya, maka makin kuatlah persepsi publik bahwa PKS merupakan partai yang tidak tegas dalam menentukan tolak ukur moral dan etika dalam partainya.
PKS Sedang Mencari Skenario Selamatkan Muka
Penulis: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan