News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

DPR Tonton Video Porno

PKS Sedang Mencari Skenario Selamatkan Muka

Penulis: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Politisi Senayan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Arifinto, didampingi pengurus PKS lainnya, hari ini secara resmi mengundurkan diri dari keanggotaan DPR, dalam konferensi pers di Gedung DPR/MPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2011). Arifinto mundur dari keanggotaan dewan menyusul dugaan pelanggaran etika dan moral anggota dewan yang menimpanya.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini dalam kondisi dilema karena ditampar berbagai persoalan. Wajar saja dalam situasi seperti ini, PKS berusaha mencari skenario menyelamatkan diri.

"Wajar kalau PKS sedang mencari skenario menyelamatkan muka. Di satu sisi PKS telah ditampar oleh masalah lain dan sekarang ada masalah baru lagi. PKS dalam menghukum Arifinto harus sangat hati-hati," tegas pengamat politik Yudi Latief, di Jakarta, Selasa (12/4/2011).

Menurut Yudi, PKS  saat ini mencari skenario agar selain  Arifinto aman juga muka PKS tidak tercoreng. Bentuk skenarionya, bisa mungkin menempatkan Arifinto sebagai orang yang sangat bersalah dan kemudian berjiwa besar mengatakan bersalah dan minta maaf di depan publik.

"Arifinto dijadikan sebagai pahlawan," kata Yudi Latief.

Padahal, lanjut Yudi, PKS tidak harus berlama-lama lagi menentukan keputusan terhadap Arifinto di PKS. Bila Arifinto sebenar-benarnya telah melakukan pelanggaran, justru publik akan hargai ketegasan PKS untuk memecat Arifinto.  

"Komitmen moral itu  tidak hanya saat kita  menghindari untuk tidak berbuat salah tapi juga  dihargai saat kita berupaya menyatakan diri bersalah dan menghukum yang bersalah," ujarnya.

Dengan demikian, ujar Yudi, PKS tidak boleh lagi melindungi Arifinto bila  partai tersebut ingin menyelamatkan diri. Bila PKS melindunginya, maka makin kuatlah persepsi publik bahwa PKS merupakan partai yang tidak tegas  dalam menentukan tolak ukur moral dan etika dalam partainya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini