TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Lemhanas Budi
Susilo Supandji mengaku belum tahu tentang pencopotan Wakilnya,
Marsekal Madya Rio Mendung Thalieb. Menurutnya belum ada pemberitahuan
secara lisan maupun tulisan.
"Sampai saat ini saya belum lihat," ungkap Budi dalam jumpa pers di kantor Lemhanas, Jakarta, Kamis (14/4/2011).
Budi
menjelaskan sebagai Gubernur Lemhanas, dia hanya bertindak sebagai
pengguna dari personil yang ada. Karena Rio adalah perwira TNI maka
pembinaannya kembali kepada Panglima TNI Jenderal Agus Suhartono.
Menurut
Budi, Lemhanas merupakan lembaga yang personilnya terdiri dari berbagai
unsur. Ada TNI dan Polri, serta PNS dan orang yang diberikan
kepercayaan seperti dirinya. Dan seperti telah dikatakannya, sebagai
Gubernur Lemhanas, Budi hanya menggunakan personil dan turut menyetujui.
Sehubungan
dengan dugaan keterlibatan Rio dengan PT Sarwahita, Budi membacakan
tiga poin sikap Lemhanas. Pertama, Budi mengaku telah mengundang Rio dan
yang bersangkutan telah memberikan penjelasan mengenai keterkaitannya
dengan perusahaan tersebut.
"Kedua, hal yang berkaitan dengan masalah hukum merupakan kewenangan Mabes Polri. Sehingga bukan kewenangan Lemhanas," katanya.
"Ketiga, mengenai kedudukan beliau sebagai Wakil Gubernur dan TNI, telah dikoordinasikan dengan Panglima TNI," tegas Budi.
Gubernur Lemhanas Belum Tahu Wakilnya Dicopot
Penulis: M. Ismunadi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan