TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saksi
ahli agama, KH Mudzakir menjelaskan I'dad atau persiapan militer
bermanfaat bagi Indonesia. Dirinya juga mengatakan Indonesia pernah
terjadi pelaksanaan I'dad yang bermanfaat saat Abdurrahman Wahid atau
Gus Dur terpilih menjadi Presiden.
"Secara khusus saya saksikan,
pernah terjadi Rabu 23 Oktober 1999 persisnya saat Gus Dur terpilih jadi
presiden dan di Kota Solo terjadi kerusuhan," kata Mudzakir di
Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (18/4/2011).
Mudzakir
menceritakan saat itu Kota Solo terjadi pembakaran dan kerusakan gedung
balai kota, bank swasta dan rumah penduduk. "Sementara tentara dan
polisi tidak berbuat apa-apa, tidak berani sehingga berlangsung sampai
pagi," ujarnya.
Dirinya menceritakan saat pagi harinya, beberapa
pemuda Islam berkeliling membawa senjata tajam untuk mengejar para
perusuh. Kerusuhan di Kota Solo itupun kemudian reda.
"Kejadian itu
tentu tidak akan bisa kalau mereka tidak berlatih, karena ada I'dad
dimanfaatkan. Kalau kita mau kembali ke saja," imbuhnya.
Mudzakir
juga menjelaskan persiapan melakukan Jihad Fisabillilah yankni dengan
senjata kemudian perlengkapan. Orang yang berjihad harus berlatih diri
menunggang kuda serta senjata.
"Kalau ada senjata orang tidak terampil
maka tidak ada artinya I'dad itu. Kewajibannya wajib dari segi dalil,
wajib dari segi logika," ujarnya.
I'dad Dianggap Bermanfaat Bagi Indonesia
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan