TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Ibadah Jumat Agung di Christ Cathedral GPI Bisilea, Serpong, Tangerang hanya dilakukan satu kali, Jumat (22/4/2011). Namun hal ini bukan karena penemuan bom di dekat gereja sehari sebelumnya.
Demikian disampaikan Sekjen Christ Cathedral Nardi Atmaja saat ditemui wartawan sebelum mengikuti ibadah Jumat Agung di Christ Cathedral, Jumat (22/4/2011).
"Dilakukan sekali karena gedung ini bisa menampung 5000 jemaat," ungkap Nardi.
Pasca penemuan bom sebesar 200 gram, Nardi mengatakan aktifitas gereja berjalan seperti biasa. Memang tampak penjagaan ketat dari kepolisian, namun Nardi menyebutkan hal ini hanya penjagaan biasa saja.
"Sehubungan dengan pengamanan saja," ujarnya.
Informasi yang dihimpun Tribunnews, gereja Chris Cathedral dipadati sedikitnya 2500 jemaat. Mereka mengikuti ibadah Jumat Agung yang dipimpin Pendeta Billy Sundoro. Ibadah Juma Agung sendiri berlangsung hikmad sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.
Seperti diberitakan sebelumnya, polisi menemukan paket bom seberat 200 kilogram di sekitar Gereja Christ Katedral, Serpong, Tangerang, Kamis (21/4/2011). Bom yang ditempatkan di gorong-gorong tersebur, diseting meledak dengan timer pada Jumat (22/4/2011) pukul 09.00 WIB.
Bom tersebut dilekatkan bersama sebuah handphone yang menjadi timernya. Bila tak terungkap polisi, bom meledak saat bersamaan gereja Christ Katedral sedang melaksanakan Misa Jumat Agung.
Dari pantauan Tribunnews.com, Gegana berhasil menjinakan bom tersebut sekitar 10 jam. Setelah dinyatakan aman, Gereja Christ Katedral tetap menggelar Jumat Agung mulai pukul 10.00 WIB.
Ibadah di Gereja Cathedral Serpong Hanya Satu Kali
Penulis: M. Ismunadi
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan