TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua umum PDI Perjuangan, Megawati
Soekarnoputri mengaku bahwa partainya merasa sangat kehilangan dengan
meninggalnya salah seorang kadernya, yakni Theo Syafei, yang juga
merupakan mantan Pangdam IX/Udayana Bali, dan anggota DPR.
Hal tersebut dituturkan Mega saat ia menyambangi rumah duka, di Jalan
Mabes Hankam, No T 65, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta
Timur, Jumat (29/04/2011).
"Sebagai DPP (dewan pimpinan pusat) Partai, beliau sangat konsisten dan
konsekuen dengan komitmennya, dan beliau mempunyai ideologi," katanya.
Usai menjabat menjadi DPP, Mega menjelaskan bahwa ia juga sempat menawai
almarhum untuk masuk ke dalam Dewan Pertimbangan Pusat. Ditawari hal
itu, menurut Mega almarhum hanya berkata bahwa dirinya akan ikut anjuran
ketua umum partai.
"Dia tidak senang mengeluh, betul-betul seorang tentara sejati," kata Mega.
Theo bergabung ke PDIP karena almarhum yang baru saja pensiun sebagai
anggota TNI, masih ingin mengabdi pada bangsa dan negara. Menurut Mega,
Theo memilih PDIP karena merasa partai tersebut sama-sama berideologi Pancasila.
"Terutama dari kalangan militer, di PDIP semua kalau saya tanya kenapa
mau bergabung, karena merasa ideologinya ingin mempertahankan NKRI dan
Pancasila, dan ingin berkiprah terus," tegas Megawati.
Theo Gabung ke PDIP karena Kesamaan Ideologi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan