News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Osama Bin Laden Terbunuh

Roy Suryo: Foto Osama di Internet Hasil Rekayasa

Penulis: Ade Mayasanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Osama bin Laden, Al Qaidah

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ade Mayasanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Pengamat multimedia Roy Suryo mengamini, wajah Osama bin Laden yang tewas dengan leleran darah di internet, dan kemudian dipublikasikan Agence France-Presse, adalah hasil rekayasa.

"Ini jelas sekali tampak retouching-nya dan memang secara resmi belum diumumkan Foto Aktualnya," kata Roy Suryo kepada Tribunnews.com di Jakarta, Senin (2/5/2011).

Disebutkan kantor berita AFP, foto tewasnya Osama yang tersebar di internet merupakan kombinasi gambar. Foto Bin Laden semasa hidup mirip dengan foto Osama dengan lelaran darah di kepala. Hal ini terlihat dari jenggot dan bibir yang memiliki kemiripan.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengumumkan bahwa pemimpin jaringan teroris Al Qaeda yang telah bertahun-tahun diburu, Osama bin Laden, telah tewas setelah terjadi baku tembak di sebuah kompleks di Abbottabad, di luar ibu kota Pakistan, Islamabad. Obama mengklaim tewasnya Osama adalah hasil operasi militer pasukan khusus AS di Pakistan.

Osama disebut sebagai dalang dari serangan 9/11 di New York, Amerika Serikat. Sejak peristiwa di tahun 2001, Osama bak lenyap ditelan bumi. Dia menghilang, dan diduga bersembunyi di Pegunungan Afganistan.

Akhir Januari lalu, Osama sempat muncul melalui rekaman audio. Dia mengancam akan membunuh sandera asal Prancis bila Presiden Nicolas Sarkozy tidak menarik pasukannya dari negara-negara Muslim.

Untuk diketahui, Osama lahir di Arab Saudi pada 10 Maret 1957. Dia merupakan pendiri organisasi Al-Qaidah. Osama bersama organisasinya ini dituding pemerintah Uwak Sam terlibat dalam beberapa kejadian.

Peristiwa berdarah 7 Agustus 1998 di kedutaan Amerika Kenya, dan Tanzania disebut berkait Osama. Peristiwa ini menewaskan 224 orang, dan 12 di antaranya warga AS.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini