TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) menyatakan kabar kematian pimpinan Al Qaida
Osama Bin Laden patut ditelusuri kebenarannya. Namun FPI tetap menggelar
tahlilan untuk mendoakan arwah Osama, jika benar-benar meninggal.
FPI pun menuntut Amerika Serikat mengembalikan jenazah Osama kepada keluarganya dan diurus pemakamannya secara Islam
Sekjen
FPI Ahmad Sohbri Lubis membacakan pernyataan sikap FPI atas berita
kematian Osama yang digelar di Markas FPI, di jalan Paksi, Petamburan,
Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (4/5/2011). Dalam pernyataan sikapnya,
FPI menyatakan bahwa jika benar Osama telah tewas, maka kematiannya
dapat disebut syahid.
Bagi FPI, bahwa Syeikh Osama bin Laden
sebagai syahid, sehingga jenazahnya tidak perlu dimandikan atau
dishalatkan. Cukup dikafankan dengan pakaian yang dikenakan saat Osama
meninggal.
Hal tersebut mengacu pada surat Al-Imran ayat 169,
yang menjelaskan bahwa "Janganlah kamu mengira orang-orang yang gugur di
jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi tuhannya"
"Kami
juga mengutuk kebiadaban Amerika Serikat, yang telah membunuh Syeikh
Osama bin Laden dan membuang jenazahnya ke laut, serta mengecam semua
pihak yang berpesta pora menyambut kematiannya," tegas Ahmad Sohbri.
FPI Tuntut Amerika Kembalikan Jenazah Osama
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan