TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Peningkatan Produksi Negara Islam Indonesia (NII) Imam
Supriyanto mengungkap, ayah kandung Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan
Sejahtera (PKS), Ustadz Hilmi Aminuddin merupakan pendiri sekaligus
Panglima Darul Islam/Tentara Islam Indonesia.
"Ayah kandung Hilmi, Danu Muhammad Hasan adalah tokoh DI/TII, salah satu
Panglima DI/TII wilayah Pantura. Dulu, saat Danu ditangkap, Hilmi dari
cerita yang didapat mertua saya, mantan NII juga kemudian diungsikan ke
Mesir, disekolahkan disana," Imam menuturkan.
Di Mesir, cerita Imam, Hilmi Aminuddin akrab dengan gerakan Ikhanul
Muslimin yang kemudian dibawa ke Indonesia. Faham Ikhwanul Muslimin,
katanya lagi, yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Partai Keadilan yang dibuat di era reformasi. Berdirinya partai itu juga bagian
dari NII," kata Imam.
"Saya pernah bertemu dengan tokoh PK, sekarang Walikota Depok, Pak Nur
Mahmudi (Walikota Depok). Tapi, ini sikap gentelmen PK, membuat parpol
daripada Panji Gumilang yang malah menyusup ke parpol-parpol," tegasnya.
Dijelaskan, Ikhwanul Muslimin di negara asalnya Mesir, adalah gerakan
bawah tanah dan setelah punya kekuatan, bergerak masuk ke parpol dan di
parlemen.
"Tujuannya supaya ideologi di kehidupan Islami bisa terwujud. Ada dalam tatanan kehidupan.
Ikhwanul, harapannya adalah dapat membentuk pranata sosial yang tujuannya Islam," tutur Imam Supriyanto.
Baca tanpa iklan