News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Negara Islam Indonesia

Ayah Hilmi Aminuddin Panglima Perang DI/TII

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melangsungkan Musyawarah Majelis Syuro yang dipimpin oleh Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin (tiga kanan) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (16/6/2010)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Peningkatan Produksi Negara Islam Indonesia (NII) Imam Supriyanto mengungkap, ayah kandung Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ustadz Hilmi Aminuddin merupakan pendiri sekaligus Panglima Darul Islam/Tentara Islam Indonesia.


"Ayah kandung Hilmi, Danu Muhammad Hasan adalah tokoh DI/TII, salah satu Panglima DI/TII wilayah Pantura. Dulu, saat Danu ditangkap, Hilmi dari cerita yang didapat mertua saya, mantan NII juga kemudian diungsikan ke Mesir, disekolahkan disana," Imam menuturkan.


Di Mesir, cerita Imam, Hilmi Aminuddin akrab dengan gerakan Ikhanul Muslimin yang kemudian dibawa ke Indonesia. Faham Ikhwanul Muslimin, katanya lagi, yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Partai Keadilan yang dibuat di era reformasi. Berdirinya partai itu juga bagian dari NII," kata Imam.


"Saya pernah bertemu dengan tokoh PK, sekarang Walikota Depok, Pak Nur Mahmudi (Walikota Depok). Tapi, ini sikap gentelmen PK, membuat parpol daripada Panji Gumilang yang malah menyusup ke parpol-parpol," tegasnya.


Dijelaskan, Ikhwanul Muslimin di negara asalnya Mesir, adalah gerakan bawah tanah dan setelah punya kekuatan, bergerak masuk ke parpol dan di parlemen.


"Tujuannya supaya ideologi di kehidupan Islami bisa terwujud. Ada dalam tatanan kehidupan.  Ikhwanul, harapannya adalah dapat membentuk pranata sosial yang tujuannya Islam," tutur Imam Supriyanto.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini