TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Abu
Bakar Baasyir membantah dia pernah menjadi anggota Negara Islam
Indonesia. Namun, Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) tidak menyanggah
bila dekat dengan kelompok NII.
"Saya ga pernah jadi anggota.
Saya dekat dan bergaul dengan mereka," kata Baasyir di ruang tahanan
khusus Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jakarta, Senin
(9/5/2011).
Baasyir sempat mengingatkan kepada anggota NII bahwa
negara Islam sudah tidak ada dan kalah. Oleh karenanya, Baasyir tidak
sepaham dengan mereka.
"Jadi jangan menamakan negara. Saya ga
senangnya itu sama mereka. Tapi kalau bercita-cita menegakkan kembali
itu memang sulit. Tapi tdk harus nama negara, wong tidak punya wilayah
kok," ujarnya.
Menurut Baasyir, untuk memperjuangkan Islam tidak
harus menggunakan negara tetapi cuku dengan perkumpulan seperti kelompok
jamaah. Memang, katanya, untuk menegakkan kembali negara Islam hukumnya
wajib dan memiliki berbagai hambatan.
Sebelumnya, mantan
Menteri Peningkatan Produksi NII KW9, Imam Supriyanto menyebutkan Abu
Bakar Baasyir terkait gerakan NII garis keras.
"Yang radikal
dari NII pasca 62 yang bangkit kembali salah satunya saat NII dipimpin
Adah Jaelani yang menjadi pemimpin, wilayah Jawa Tengah. Di situ
kemudian muncul Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir," tuturnya.
Adah
kemudian ditangkap. Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir kemudian
membentuk organisasi di Malaysia Belakangan, nama organisasi yang
dibentuk terungkap, yaitu Jemaah Islamiyah. Abu Bakar Baasyir, cerita
Imam lagi kemudian sempat membentuk Majelis Mujahidin Indonesia.
"Karena ada kekecewaan, Abu Bakar Baasyir kemudian organisasi baru, membentuk Ansorut Tauhid," kata Imam.
Baasyir Sempat Ingatkan Kelompok NII Tentang Negara Islam
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan