TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan membantah pemberitaan sebuah media
online yang menyebut, JW, inisial seorang staf khusus (Stafsus) Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlibat dalam mark up (penggelembungan)
dana untuk pembelian pesawat Merpati jenis MA-60 dari China.
Demikian dikemukakan Staf Khusus Presiden Bidang Informasi dan
Komunikasi Heru Lelono ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Selasa
(10/5/2011).
"Hampir pasti tidak ada garis sedikitpun seorang Stafsus Presiden untuk
bisa memiliki otoritas pengambilan keputusan seperti hal ini," kata
Heru.
Sebagai Stafsus sejak 2004, Heru mengaku tidak kenal dengan Stafsus Presiden dengan inisial JW.
"Sebaiknya pemberi sumber awal berita ini mengungkap dengan jelas siapa nama Stafsus yang dimaksud," ujarnya.
Demikian pula, kata Heru, SBY sejak awal 2004 dengan tegas tidak
mengizinkan para staf khususnya untuk ikut apalagi intervensi kebijakan
di Kementerian ataupun BUMN.
"Kecuali yang bersangkutan memang secara resmi mendapat tugas dari negara atau pemerintah," kata Heru.
Dikatakan jika berita tentang Stafsus tersebut mengandung kebenaran, pasti Presiden akan mengambil tindakan tegas.
"Saya menyarankan semua pihak untuk berpikir dan bersikap profesional
dan rasional dalam memberikan komentar terhadap musibah pesawat Merpati
tersebut," kata Heru.
Ini karena kecelakaan pesawat, lanjut Heru, bisa terjadi kapan saja, menimpa pesawat jenis apa saja, dan kepada siapa saja.
"Yang penting kejadian ini harus diteliti oleh ahlinya, sehingga dapat
dipastikan penyebabnya. Sehingga dapat dihindari musibah seperti ini
terulang kembali," katanya.
Menurutnya kalau belum ada konklusi dari yang ahli, namun komentar sudah
beredar dari para pengamat umum, bisa jadi fitnah akan lahir. "Dan
fitnah seperti ini bisa menambah beban para keluarga yang ditinggalkan
oleh korban. Bisa saja menimbulkan dendam dan kemarahan kepada pihak
yang mungkin saja tidak ikut bersalah," ujar Heru.
Istana Bantah Staf Khusus SBY Mark Up Pembelian Merpati
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan