Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama, Suryadharma Ali, dinilai salah satu Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tuty Alawiyah, terlalu cepat mengambil kesimpulan, bahwa tidak ada keterkaitan antara Pondok Pesantren Al Zaytun, dengan gerakan Negara Islam Indonesia (NII).
"Pak Menteri Agama terlalu cepat mengambil kesimpulan. Itu bisa saja benar. Tapi itu terlalu cepat, karena prosesnya sedang didalami," tutur Tuty, disela-sela acara Seminar Internasional bertema Islam dan Tantangan Global, bertepatan dengan Milad Badan Kontak Majelis Taklim, ke 30, di Universitas Islam As Syafi'iyah, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/5/2011).
Menag, menurutnya, harus lebih sabar menunggu, hasil investigasi aparat kepolisian untuk mengambil kesimpulan, terkait keterkaitan Pompres Al Zaytun dengan NII.
"Prosesnya diselesaikan dulu, hasil penelitian itu harus dikaji dulu," ucapnya.
Sebelumnya, MUI, menurut mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan tersebut, telah melakukan kajian, untuk melihat apakah ada keterkaitan antara Pompres Al Zaytun dengan NII.
Dari hasil kajian tersebut, MUI, ungkapnya telah menemukan fakta bahwa ada keterkaitan antara Pompres Al Zaytun dengan NII.
"MUI, telah meneliti, bahwa sedikit banyak ada keterkaitan," ujarnya.
Bila memang nantinya pihak aparat menemukan ada keterkaitan antara Al Zaytun dengan NII, Tuty meminta agar Pompres Al Zaytun harus diselamatkan.
"Kita ingin menyelamatkan pesantrennya," ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Agama Suryadharma Ali membantah adanya keterkaitan antara antara Al Zaytun dan NII. Kesimpulan ini, menurutnya berdasarkan penelitian mengenai Al Zaytun dan NII yang dilakukan Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Menag Terlalu Cepat Menyimpulkan Al Zaytun Tak Terkait NII
Editor: Anita K Wardhani
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan