TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA - DPR menilai tudingan terhadap pelajaran agama dan aktifitas
keagamaan di sekolah sebagai penyebab perilaku radikal dan intoleran
terhadap penganut agama lain sangatlah tidak fair. Sebaliknya. fenomena
meningkatnya tindakan radikalisme dan teroris justru dikarenakan
dangkalnya pemahaman terhadap agama.
Karena itu upaya preventif
yang dibutuhkan saat ini adalah dengan merevitalisasi pendidikan agama
dan akhlak di sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Hal ini disampaikan
Anggota Komisi VIII DPR RI, Jazuli Juwaini, di gedung DPR, Jakarta
Jumat (20/5/2011).
"Kita menuntut pemerintah untuk
merevitalisasi peran pendidikan secara umum dan khususnya pendidikan
agama agar mampu mencetak siswa yang berkontribusi positif di
masyarakat, mencegah sikap intoleran dan merusak seperti radikalisme,
teroris dan makar," ujarnya.
Menurut Jazuli, pendidikan dan
pelajaran agama yang dijalankan saat ini hanya bersifat formalitas,
materi dan tidak mendorong pembentukan moral dan karakter siswa didik.
Seharusnya, lanjut tokoh ulama Banten ini, alokasi jam pelajaran agama
dan akhlak ditingkatkan dari sisi kuantitas dan kualitasnya. Selain itu,
materi pelajaran non-agama (umum) seharusnya juga diarahkan pada
penguatan akhlak dan karakter siswa sehingga tidak terlepas dari esensi
pendidikan sebagaimana diamanahkan oleh UUD 1945 dan UU No.20 Tahun 2003
tentang Sisdiknas.
"Pemerintah harus memikirkan kembali desain
kurikulum secara luas dimana setiap mata pelajaran seharusnya
berorientasi pada pembentukan akhlak dan karakter dan tidak semata-mata
mengejar nilai," jelasnya.
Legislator PKS ini juga menekankan bahwa pemerintah
seharusnya mendukung, memfasilitasi, mengembangkan, dan memberdayakan
pendidikan agama dan kegiatan keagamaan di sekolah seperti Rohis-rohis
sekolah. Karena perannya cukup besar dalam menjaga akhlak dan karakter
siswa.
"Lembaga pendidikan Islam harus disterilkan dari
tuduhan-tuduhan radikalisme dan terorisme, karena itu sama sekali tidak
ada hubungannya," ujar Jazuli.
Cegah Radikalisme Kurikulum Pendidikan Agama Harus Diubah
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan