News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Travel Cheque

Adang Daradjatun: Apa Istri Saya Ambil Uang Negara?

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Yudie Thirzano
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suami Nunun Nurbaeti yang juga Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Adang Daradjatun, menununjukkan hasil rongent kepala Nunun yang mengalami sakit dimensia atau lupa permanen saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (8/2/2011). Adang membantah pernyataan berbagai pihak yang menyatakan kondisi istrinya sehat. Nunun menjadi saksi kunci kasus suap traveller cheque (TC) pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) di DPR tahun 2004.

Laporan Wartawan Tribunnews.com. Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam wawancara khusus dengan Metro TV, Anggota Komisi III DPR, Adang Daradjatun mengaku, tiga bulan lalu mengontak istrinya, Nunun Nurbaeti saat masih berada di Singapura. Kini, Adang mengaku sudah tak mengontak istrinya lagi.

Dalam wawancara khusus itu, Sabtu (11/06/2011), mantan Wakapolri ini mengaku dizalimi atas status tersangka istrinya oleh KPK. "Saya kaget, Ketua KPK saat di DPR mengatakan meningkatkan status ibu (Nunun) jadi tersangka. Saat ditanya kenapa dijadikan tersangka, itu rahasia perusahaan. Saya bingung, seperti apa penegakkan hukum ini," kata Adang Daradjatun .

Adang kemudian mengungkapkan, status tersangka terhadap istrinya, tak bisa ia terima. Ia kemudian bercerita, saat istrinya pertama kali diperiksa KPK, dinyatakan tidak terbukti (pemberi suap travel cek). Kemudian, dibuat berita acara di bawah sumpah.

"Tuduhan paling berat. Saya punya rekaman penyidik yang memeriksa saya, sudah bicara yang memberikan motivasi adalah ibu MG. Jadi penegakan hukum ini lucu," ujarnya.

Di satu pihak, jelasnya lagi, Ari Malangjudo yang memberikan travel cek kepada anggota DPR. Kemudian, penyidik KPK, imbuh Adang, mengaku tahu siapa motivatornya dalam rapat-rapat di hotel, disebutkan MG.

"Sekarang ibu didasikan tersangka, paspornya dicabut. Apakah itu adil sampai 188 negara yang mencari? Begitu banyak koruptor besar yang merugikan negara, yang menamibil uang rakyat. Apa ibu ambil uang negara, mengambil uang rakyat? Kan tidak," Adang menegaskan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini