News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

TKW Dipancung di Arab Saudi

Gus Dur Telepon Raja Arab Batalkan Hukum Pancung, SBY Tidak

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto Ruyati semasa hidup.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada perbedaan mendasar antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Jika dulu ketika Gus Dur masih menjabat Presiden dia bisa langsung menelepon Raja Arab Saudi untuk membatalkan hukuman mati terhadap Tenaga Kerja Wanita (TKW) Siti Zaenab pada 2009.

Sekarang ketika Presiden SBY masih berkuasa seorang TKW Ruyati dipancung di Arab Saudi tanpa pemberitahuan dari Pemerintah.

"Zaman Gus Dur, TKW Siti Zaenab tahun 1999 selamat dari hukuman mati karena Gus Dur menelepon sendiri ke Raja Saudi minta pengampunan dalam diplomasi tingkat tinggi," kata Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi ketika dikonfirmasi pers, Senin (20/6/2011).

Menurut Hazim, zaman SBY sangat sulit mengharapkan diplomasi tingkat tinggi seperti Gus Dur karena SBY tidak biasa menyelesaikan masalah yang berisiko.

Dikatakan yang biasa dilakukan SBY adalah hanya "menjaga jarak dengan masalah". "Agar pribadinya tidak terkena masalah," kata Hazim.

Dijelaskan sikap SBY demikian dimaksudkan karena pada saatnya rakyat akan lupa "masalahnya" dengan tumpukan masalah yang lain.

"Yang akan menyusul hukuman pancung bukan hanya Darsem tapi puluhan lain yang menunggu," ujar Hasyim.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini