TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Khusus Presiden Andi Arief menilai, Arab Saudi cenderung memandang remeh martabat bangsa Indonesia. Penegasan itu, menyusul sikap Arab Saudi yang menghukum pancung TKW asal Indonesia Ruyati binti Satubi TKW yang dituduh membunuh majikannya.
"Apapun alasannya, tidak memberi tahu pada pemerintah Indonesia soal waktu pemancungan adalah pelanggaran berat hukum internasional," kata Andi Arief, Senin (20/6/2011).
Dijelaskan ini bukan keteledoran pemerintah Indonesia. "Pemerintahan manapun kalau tidak diberitahu waktu eksekusi pasti dinilai teledor. Arab Saudi telah menyakiti perasaan rakyat Indonesia," ujarnya. (aco)
Istana : Arab Saudi Remehkan Indonesia
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Gusti Sawabi
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan