Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus pengungkapan mencontek massal yang diungkap oleh ibu Siami di Surabaya, Jawa Timur menggelitik hati Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Ical begitu sapaan akrabnya mengaku prihatin atas kejadian tersebut.
"Saya prihatin kasus ibu Siami karena melaporkan tekanan guru untuk beri contekan teman-temannya," ujar Ical saat acara seminar bertajuk 'Reaktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Pendidikan Untuk Pembentukan Karakter Bangsa' di gedung Nusantara IV DPR, Jakarta, Rabu(22/6/2011).
Menurut Ical, kasus tersebut meninggalkan satu pesan betapa nilai kejujuran semakin langka dan tidak lagi diperlukan serta dikehendaki masyarakat kita sendiri.
Ical juga mengkritik para penyelenggara lembaga pendidikan dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) yang hanya berorientasi pada nilai saja dalam membangun para peserta didik sehingga aspek-aspek kejujuran semakin langka.
"Penyelenggara pendidikan kita orientasi kepada hasil jangan harap nilai-nilai etika dan kejujuran akan mengemuka," pungkasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat, Kecamatan Tandes, Surabaya, itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada teman-temannya saat ujian nasional pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah ajur!
Baca tanpa iklan