News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

TKW Dipancung di Arab Saudi

Pemberlakukan Moratorium Bukan Kebijakan Emosional

Penulis: M. Ismunadi
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Putri sulung Ruyati, Een Nuraini bersama putrinya berumur 3 tahun membaca tahlil dan memanjatkan doa untuk ibunya bersama ratusan aktivis LSM pemerhati masalah tenaga kerja Indonesia (TKI) dan berbagai LSM lainnya di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2011). Acara yang digelar untuk mendoakan almarhumah Ruyati binti Satubi, TKI yang meninggal dihukum pancung di Arab Saudi, dihadiri serta sejumlah tokoh seperti Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, Direktur Wahid Institute Yenny Wahid, Pakar Komunikasi Politik Effendi Gazali, pengacara Taufik Basari dan Romo Benny Susetyo. (tribunnews/herudin)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa keputusannya untuk memberlakukan moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi bukan suatu kebijakan yang diambil secara emosional. SBY mengaku bukan tipe pemimpin yang mengambil sesuatu secara emosional.

"Kebijakan ini tentu mengandung konsekuensi. Oleh sebab itu, saya bukan tipe mengambil sesuatu secara emosional, tapi harus rasional, dipikirkan dalam-dalam," ungkap SBY dalam sambutannya saat membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (24/6/2011).

"Tiap policy, ada dampaknya. Dampaknya adalah tentu kita harus ciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas. Bahkan di masa mendatang kita ingin saudara kita bekerja di domestic workers itu bisa susut, boleh putra-putri Indonesia bekerja di luar negeri nanti tapi di luar domestic worker," tegasnya menyinggung moratorium pengiriman TKI ke Arab yang efektif berlaku pada 1 Agustus mendatang.

Menyusul kebijakannya memberlakukan moratorium, SBY mengajak segenap pihak untuk memperlebar peluang lapangan kerja. Upaya itu pun kiranya dilakukan secara sungguh-sungguh pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang.

"Kita sudah punya MP3EI (Master Plan Peluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia), sasaran dari percepatan dan perluasan pembangunan antara lain ekonomi tumbuh, lapangan kerja tercipta dan pengangguran berkurang," tutur SBY.

"Awal bulan depan, saya dan Wapres akan pimpin langsung komite MP3EI. Saya ingin dari master paln bisa dilakukan gelombang pertama pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur berkolerasi dengan pembangunan tenaga kerja," tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini