News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Balada TKW di Negeri Arab

TKW Imas Tati Geram Dicueki Staf KBRI (3)

Penulis: Y Gustaman
Editor: Ade Mayasanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TKW Imas Tati saat mengikuti diskusi polemik TKI Ruyati dan Harga Diri Negeri di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/6/2011)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yogi Gustaman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - TKW Imas Tati tidak sendiri sebagai pasien yang menjadi korban penyiksaan para majikan. Menurutnya, banyak juga TKW Indonesia mengalami serupa seperti yang dirasakan Imas. Kondisinya tak jauh berbeda.

Satu kali, pasien lain sesama TKW yang terbaring di bangsal, ditemui dua orang staf KBRI Kuwait, untuk menjemputnya. Merasa mendapat perhatian, Imas meminta hal sama kepada dua staf KBRI itu. Tapi justru jawaban menyakitkan terlontar dari mulut mereka.

"Kamu bukan urusan saya, kamu urusan agency. Saya tidak kenal kamu," ujar staf KBRI seperti ditirukan Imas kepada Tribunnews.com di Jakarta, Sabtu (25/6/2011).

Padahal, Imas melanjutkan, dia kerap melihat staf tersebut keluar masuk rumah sakit mengecek TKW yang menjalani rawat inap di rumah sakit itu. Imas tak habis pikir dengan mereka.

Jangankan meminta perhatian. Laporan Imas yang mengeluhkan kondisinya di bawah tekanan majikan, tak digubris KBRI Kuwait. Tiap kali menelepon, KBRI tidak mengangkat. Padahal, tak terbilang banyaknya TKW di Kuwait mengalami penyiksaan.

Menurut Imas, KBRI hanya satu-satunya tempat pengaduan TKW tapi mereka tak menganggap. Bagi Imas, cukup logis jika KBRI turun tangan. Setelah agensi penyalur tenaganya sudah tidak bisa lagi dimintai tolong. Bahkan, mereka tak segan mengancam tak akan memulangkan ke tanah air jika terus melapor ke KBRI.

Anggota Komisi IX Nur Suhud dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengatakan, jumlah TKW semisal Imas ribuan jumlahnya. Menurutnya, pihak KBRI tak pernah ada koordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan BNP2TKI. "Mereka saling kompetisi," ujarnya.

Sepengetahuannya, pada 2009 lalu, nasib TKW model Imas, sampai meninggalnya di Arab Saudi jumlahnya mencapai 1000 lebih. Sampai sekarang, musabab kematian mereka belum diekspos pemerintah. Seharusnya ekspos ini dilakukan Menlu, Menkum HAM, Menakertrans, dan BNP2TKI. (Habis).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini