News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Terapi di Rel Kereta Api

Teguran Pihak Stasiun Tak Mempan Usir Warga Terapi Rel

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah masyarakat di sekitar rel kereta api melakukan aksi tidur di rel lintasan kereta api yang beraliran listrik ringan, di jalur lintasan dekat stasiun tersebut, Rabu (20/7/2011) warga setempat menganggapnya terapi untuk penyebuhan (TRIBUNNEWS.COM/Adi Suhendi)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terapi di rel kereta api sebenarnya sempat mendapatkan teguran dari pihak pengelola stasiun Kereta Api Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Sri (50) yang telah melakukan terapi berbulan-bulan di dekat stasiun kereta api Rawa Buaya, menuturkan awalnya orang-orang melakukan terapi di dekat stasiun.

Karena dianggap menggangu lalu lintas kereta api yang berlalu lalang setiap satu jam sekali, akhirnya pengelola stasiun pun mengusir orang-orang yang melakukan terapi.

"Kita sempat diusir, tetapi tetap banyak orang yang melakukan terapi meskipun agak menjauh dari stasiun," kata Sri, Rabu (20/7/2011).

Karena terus membandel bahkan polisi dan Lura Rawa Buaya pun memberikan pengertian kepada warga yang melakukan terapi untuk tidak melakukan terapi lagi di rel kereta api.

Tetapi teguran tersebut seakan tidak dihiraukan, masyarakat tetap menyemut mendatangi rel kereta api yang memiliki daya listri yang dianggap bisa menyembuhkan penyakit.

"Karena tetap banyak yang datang akhirnya pak lurah pun membiarkannya dan mereka mengatakan hati-hati saja deh," ucap Sri.

Sri enam bulan yang lalu mengalami struk sehingga sebian badanya mengalami kelumpuhan. Namun, setelah melakukan terapi di rel kereta api, berangsur-angsur kesehatannya pulih.

"Saya hampir 13 tahun menderita sakit tersebut, sudah bulak-balik ke dokter. saya cape dan uang saya juga habis. Jadi saya terapi di sini saja tidak perlu keluar uang," ungkapnya sambil tetap berbaring diatas rel.

Kini Sri pun terlihat sehat, ia bersama tetangganya melakukan terapi serupa di rel kereta api. meskipun kereta melintas di rel sebelahnya, ia enggan beranjak dari rel yang ditidurinya.

"Kita kan sudah tahu jadwal kereta, selain itu kereta pun juga pasti akan berhenti dulu di stasiun jadi sudah kelihatan bila datang," terangnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini