Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmalia Rekso
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Nurson Wahid, menganggap pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie yang mengatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus dibubarkan, adalah sebuah pernyataan yang sembrono.
Di sela-sela acara "Gema Sholawat Simtud Dluror dan Pagelaran Wayang Kulit Pandawa Tunggal Ika Gerakan Pemuda Ansor," di Sekretariat GP Ansor, Jalan Kramat Raya nomor 65-5, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7/2011), anggota Komisi XI DPR itu menganggap pernyataan Marzuki tidak menampakan figur sebagai pemimpin nasional.
"(Marzuki) Tidak mengetahui psikologi massa. Bahkan, kalau perlu, rakyat membutuhkan KPK di tiap kecamatan, karena instrumen polisi dan jaksa tidak bisa melakukan apa yang dilakukan KPK," ujar Nurson.
Mengenai wacana koruptor harus dimaafkan, Nurson menganggap bahwa hal tersebut bisa dilakukan setelah sang koruptor mengembalikan uang negara, lalu menjalani hukuman serta melakukan "taubatan nasuha".
"Jika dia (koruptor) belum dihukum, belum mengembalikan uang, ya harus dihukum," tambahnya.
Lebih lanjut, Nurson menjelaskan bahwa pernyataan Marzukie Alie dapat dikatakan telah melemahkan semangat rakyat, dan statment itu hanya membela kelompok elite.
"Marzuki itu melemahkan semangat rakyat. Justru rakyat itu maunya koruptor itu disembelih," pungkas Nurson.
Baca tanpa iklan