News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Skandal Nazaruddin

Nazar Ancam Yulianis Berkali-kali

Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Yulianis, mantan Wakil Direktur Keuangan PT.Permai Group yang dimiliki M.Nazaruddin bersaksi pada persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, dengan terdakwa Manajer Marketing PT.Duta Graha Indah, M.El Idris, Rabu (10/8/2011). Yulianis diduga mengetahui aliran suap dalam pembangunan wisma atlet SEA Games 26 di Palembang. (tribunnews/herudin)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tersangka kasus suap pembangunan Wisma Atlet M Nazaruddin ternyata pernah berkali-kali mengancam mantan anak buahnya Yulianis. Adalah Komite Etik KPK yang mengungkap adanya ancaman untuk mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group itu.

"Nazar mengancam 8 kali Yulianis. Karena Yulianis takut keluarganya kenapa-kenapa maka dia kerja kembali," ujar Ketua Komite Etik KPK Abdullah Hehamahua di Gedung KPK, Jakarta, Senin (12/9/2011).

Menurut Komite, Yulianis bukanlah diberhentikan Nazar dari posisinya sebagai Wakil Direktur Permai Group sebagaimana yang dituturkan oleh suami Neneng Sri Wahyuni itu. Nazar, kata Abdullah, justru mengundurkan diri. "Yulianis hanya kerja dua bulan. Setelah itu berhenti karena macam-macamlah ulah Nazar," tuturnya.

Nazar, ungkap Abdullah, memang kerap berbohong dalam memberikan keterangan. Kebohongan Nazar lainnya adalah saat mantan anggota Komisi III DPR itu mengaku Yulianis adalah Direktur Keuangan Permai Group dan bukan Wakil Direktur.

"Saat kita memeriksa Yulianis, dia (Yulianis) bilang saya memang ditawarkan menjadi Direktur Keuangan tapi saya nggak mau karena saya sudah tahu kaya mana Nazar. Yulianis tidak mau dikorbankan oleh Nazar. Kalau dia mau jadi Direktur Keuangan, itu artinya dia bisa diapa-apain dan dijadikan kambing hitam. Yulianis cerdas sama kayak Nazaruddin. Bedanya Yulianis punya moral, Nazar tidak. Lagian gaji dia (Yulianis) juga (gaji) Wakil Direktur," paparnya.

Kebohongan lain adalah soal uang yang dibawa Permai Group ke Kongres Demokrat. Menurut Nazar, besaran yangnya mencapai Rp 50 miliar dan US$ 7 juta. Sementara Yulianis justu mengaku uang yang dibawa itu hanya Rp 30 miliar ditambah dari US$ 3 juta lainnya dari perusahaan dan US$ 2 juta dari sponsor.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini