News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Peluncuran Buku

Salim Said Sibuk Merayu Orang Tulis Memoir

Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Menteri Kesehatan Achmad Sujudi menandatangani buku karyanya, Dari Pulau Buru ke Cipinang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lama tak muncul di media, pengamat politik sejarah Salim Said mengaku punya kesibukan lain. Belakangan ia sedang 'menarik hati' Sunarti Sri Hadiyah untuk menulis sebuah memoir suaminya, Jenderal (Purn) TNI Sarwo Edhie Wibowo. Sunarti bisa dibilang orang paling dekat dengan almarhum.

Nama Sarwo Edhie menjadi begitu dikenal ketika sebagai Komandan RPKAD, berhasil melumpuhkan markas Gestapu di Halim Perdanakusuma, dan mengeliminasi PKI di Jawa Tengah. Tapi tidak semua orang tahu bagaimana kiprah militer mertua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

"Makanya sekarang saya sedang meyakinkan Ibu Sarwo Edhi Wibowo untuk menuliskan memoir. Paling tidak apa yang dia ketahui saja. Ini penting dalam penulisan sejarah karena tidak semua orang tahu," ujar Salim dalam sambutan peluncuran buku mantan Menteri Kesehatan Achmad Sujudi di Jakarta, Sabtu (17/9/2011).

Meyakini orang untuk menuliskan memoir memang sulit. Tapi, sebuah memoir bisa mengingatkan generasi mendatang banyak hal. Sunarti bukan satu-satunya orang yang ia dorong untuk menulis memoir. Beberapa orang lain yang sedang ia dorong adalah Harmoko, Menteri Penerangan era Orde Baru paling lama.

"Saya sedang mendesaknya. Saya pernah bilang kepadanya, 'Bung Harmoko, anda ini Menteri Penerangan Paling lama. Anda harus tulis pengalaman anda," ujarnya. Dengan menulis memoir, semua orang dapat tahu apa yang dilakukan pejabat untuk negeri dan rakyatnya.

Di Barat, menulis memoir seperti keharusan. Tengok saja tokoh militer, agency, menteri, dan sebagainya, memiliki memoir. Tapi, bagi mantan Duta Besar Republik Indonesia di Praha ini, di Indonesia sedikit sekali orang menulis memoir.

Dua tokoh besar yang ia coba dorong untuk menulis memoir adalah Panglima ABRI Leonardus Benyamin Moerdani dan Jenderal (Purn) TNI Sarwo Edhie Wibowo. Keduanya keburu meninggal karena sakit yang dialaminya. Beruntung, beberapa orang yang ia dorong berhasil, salah satunya Sujudi, lewat 'Dari Pulau Buru ke Cipinang.'

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini