News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Densus Tangkap Terduga Teroris

Polisi Dalami Kaitan Abu Omar di SEA Games-KTT ASEAN

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Ade Mayasanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kabag Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Boy Rafli Amar, memberikan keterangan pers terkait pencarian buron KPK, Neneng Sri Wahyuni dan tersangka terorisme, Umar Patek, di kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Minggu (21/8/2011). Menurut Boy, saat ini Mabes Polri telah mengirimkan red notice untuk Neneng Sri Wahyuni kepada Interpol dan melakukan pemeriksaan Umar Patek untuk membongkar jaringan terorisme di Indonesia. (tribunnews/herudin)

Laporan Wartawan Tribunnews.com Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri akan mendalami kemungkinan kelompok pemasok senjata api Abu Omar Polri beraksi pada perhelatan akbar SEA Games dan KTT ASEAN di Indonesia. Namun, sejauh ini polisi belum mendapatkan petunjuk awal maupun bukti rencana serangan kelompok Abu Omar di dua perhelatan akbar negara-negara ASEAN tersebut.

"Untuk intensitas penyelidikan terhadap teroris akan kami upayakan. Semua dalam rangka mengeliminir kerawanan untuk menciptakan situasi yang kondusif pada saat SEA Games dan KTT ASEAN," kata Kabag Penum Polri, Kombes (Pol) Boy Rafli Amar, di Jakarta, Senin (14/11/2011).

Sebagaimana diketahui, Indonesia menjadi tuan rumah untuk SEA Games XXVI yang telah digelar sejak 11 hingga 22 November 2011 mendatang. Pada saat bersamaan, atau pada 17 hingga 19 Nopember 2011 mendatang, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah KTT ASEAN di Nusa Dua, Bali. Belasan ribu polisi, termasuk Densus 88, disebar untuk mengamankan kedua penyelenggaraan akbar tersebut.

Beralasan pengembangan penyidikan tersangka sebelumnya, Densus 88 menangkap enam anggota kelompok Abu Omar di Tangerang, Jakarta Timur, dan Bekasi, pada 12 dan 13 Nopember 2011.

Berdasarkan dokumen yang disita dari seorang tersangka yang ditangkap pada Juli 2011 lalu, kelompok Abu Omar diyakini merencanakan penyerangan terhadap dua kantor polsek di Jakarta Barat dan satu ormas. Diyakini sejumlah senjata yang telah dipasok dari Filipina juga akan digunakan dalam penyerangan ke kedua sasaran tersebut.

"Tidak ada terungkap masalah (target) kedutaan besar. Tapi, ada (target) kelompok masyarakat yang ada di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini