News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jembatan Tenggarong Ambrol

Isak Tangis Warnai Pemakaman Korban Jembatan Kukar

Editor: Yulis Sulistyawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lima penyelam Dislambair koarmatim Surabaya (masih mengenakan seragam loreng TNI) memasuki perahu untuk selanjutnya melakukan observasi di lokasi evakuasi runtuhnya Jembatan Kutai Kertanegara, Minggu (4/12/2011). Para penyelam dipimpin Kadislambair Koarmatim (Komando Armada Timur) Suarabaya, Kolonel Laut (T) Birawa Budijuwana.

TRIBUNNEWS.COM, KULONPROGO - Anas Kurniawan (33), salah seorang korban tewas ambruknya jembatan Kutai Kertanegara asal Dusun Ngangrangan, Desa Bojong, Kecamatan Panjatan ditemukan setelah dinyatakan hilang selama 17 hari. Jenazah pria yang berprofesi sebagai sekuriti Bank BNI di Kota Tenggarong itu ditemukan oleh Tim SAR tradisional di daerah Loa Ulu di aliran sungai Mahakam sekitar tiga kilometer dari jembatan yang ambruk, Senin (12/12/2011).

Kabar ditemukannya jenazah Anas sontak membuat keluarga lega sekaligus sedih. Pasalnya setelah 17 hari hilang, jasadnya bisa diketemukan dan dibawa pulang ke tanah kelahirannya di Kulonprogo. Namun di sisi lain keluarga juga sedih karena anak ketiga dari lima bersaudara itu harus meninggalkan keluarga dengan cara yang tragis.

Setelah petugas kepolisian dan kesehatan memastikan jenazah yang ditemukan oleh tim SAR adalah Anaz, keluarga kemudian meminta agar jasadnya dibawa pulang ke Kulonprogo.

Atas permintaan dari keluarga, petugas penanggulangan bencana ambruknya Jembatan Kutai Kertanegara dan Pemerintah Tenggarong mengabulkan permintaan keluarga.

Jenazah akhirnya mendarat di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta pada Selasa(13/12/2011) sekitar pukul 07.00 WIB dan langsung dibawa ke rumah duka di Dusun Ngangrangan, Desa Bojong, Kecamatan Panjatan. Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 10 WIB untuk dimakamkan.

Di rumah duka, jenazah langsung disambut isak tangis keluarga yang sudah menunggu serta para pelayat baik dari masyarakat, instansi pemerintahan maupun dari managemen Bank BNI Yogyakarta. Korban sudah merantau ke Tenggarong sekitar 11 tahun yang lalu dan sudah bekerja di bank BNI sekitar 10 tahun. (tribun jogja/hari)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini