News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pong Harjatmo: SBY Omdo, Mundur!

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Ade Mayasanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pong Harjatmo kembali beraksi di Gedung Kura-kura DPR RI untuk menyuarakan kegelisahan rakyat yang tidak pernah diperhatikan pemerintah, Senin (19/12/2011).

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dulu, aktor gaek ini tercatat pendukung SBY di Pilpres 2004 lalu. Bahkan, aktor bernama lengkap Pong Hardjatmo ini pernah tercatat sebagai bagian dari Partai Demokrat. Seiring berjalannya waktu, Pong kini, termasuk yang paling getol menghujat, mengkritik SBY. Bahkan, ia salah satu yang mengajukan uji materil ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar Partai Demokrat (PD) dibubarkan.


Senin (19/12/2011) pagi menjelang siang, Pong melakukan aksi nekatnya yang pernah ia lakukan. Pong berusaha memanjat Gedung Kura-kura di lingkungan Komplek Gedung MPR/DPR. Namun, usahanya untuk kedua kalinya ini gagal. Pong, sempat bersitegang, saat digiring ke Pos Polisi.


Spanduk bertuliskan gagal, yang dibawanya gagal ia bentangkan lantaran keburu diamankan oleh pihak pengamanan dalam (Pamdal) DPR karena tak memiliki surat ijin. Saat manjat pertama kali, Pong berhasil mencoret-coret Gedung Kura-kura, dengan menuliskan, jujur, tegas, adil.


Pong menghujat pemerintah. Ia menganggap, pemerintahan SBY-Boediono tak mampu melindungi rakyat. Tak mampu melindungi petani,  Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki negara tidak dapat dinikmati oleh rakyat, malah dimiliki asing.

"Kenyataannya, SBY omdo (omong doang) saja. Sengketa lahan itu harus di selesaikan dengan baik, karena yang milik orang asing. Lahan sawit milik Malaysia, Freeport milik asing. Kenapa Mesuji dikuasai asing," tegas Pong.

Pamdal DPR, kemudian mencoba menggiring Pong Hardjatmo. Namun, Pong terus mengeluarkan kritikan pedas seraya memarahi Pamdal DPR. "SBY Omdo. Mundur, apa lebih baik turun saja. Dan Anda-anda (Pamdal DPR) dibayar negara, pakai uang rakyat. Jangan halangi rakyat dalam mengeluarkan ekspresi," kata Pong lagi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini