News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wiranto: Silahkan 'Jual' Nama Saya

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum Partai Hanura Wiranto (tengah) menjawab pertanyaan wartawan saat menghadiri pembukaan rapat kerja nasional I Partai Hanura di Hotel Sahid, Jakarta Selatan, Selasa (20/12/2011). Rakernas yang juga sekaligus puncak peringatan HUT ke 5 Partai Hanura yang akan digelar 20 sampai 21 Desember tersebut dilakukan sebagai ajang konsolidasi untuk mempertegas capres yang akan diusung partai. (tribunnews/herudin)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di depan para peserta Rakernas Hanura, Wiranto dengan gamblang berujar, mempersilahkan kepada seluruh kader Hanura untuk 'menjual' namanya. Dengan maksud, 'menjual' untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya demi kebesaran Partai Hanura.

Saat menutup Rakernas Hanura, Rabu (21/12/2011)  yang berlangsung sejak kemarin ini, Wiranto menyatakan kesiapannya untuk kembali dicalonkan sebagai calon presiden 2014. Namun, pernyataan itu baru ia katakan secara pribadi, dan belum menjadi sikap resmi partai yang harus diputuskan bersama.

"Tunggu waktu yang tepat, kita lakukan konsoilidasi partai. Kalau Anda calonkan saya presiden, selesaikan dulu konsolidasi partai yang merakyat, baru kita bicara presiden," kata Wiranto.

Wiranto mengaku, melakukan kajian khusus terkait seorang calon presiden. Begitu resmi menyatakan diri sebagai calon, memiliki konsekuensi yang begitu luar biasa.

"Pencalonan (sebagai capres) bukanlah atas nafsu pribadi Wiranto.  Tapi, agar Hanura eksis dan  partai ini bukan alatnya Wairanto menjadi presiden.  Namun, saya harus apresiasi, apa yang saudara-saudara inginkan," ungkapnya.

Secara pribadi, kesediaan saya menjadi calon presiden belum final, menunggu waktu yang tepat.  Akan tetapi, saya menganut semboyan semangat seorang prajurit tak pernah padam sampai mati. Dan permintaan saudara, tidaklah mungkin untuk ditolak.  "Semangat itu yang harus disalurkan," ujarnya diplomatis.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini