News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sidang Nazaruddin

'Nyanyian' Nazar Didompleng Orang yang Mau Jatuhkan Anas

Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, usai diperiksa oleh penyidik KPK, di kantor KPK, Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2011). Nazaruddin diperiksa terkait kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. (tribunnews/herudin)



Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Nuril, mantan tenaga ahli Muhammad Nazaruddin angkat bicara terkait banyak pernyataan eks Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut di pengadilan tindak pidana korupsi. Ia melihat serangan-serangan yang disampaikan Nazaruddin ( terdakwa kasus wisma atlet) selama dalam persidangan kepada Anas Urbaningrum hampir pasti semua adalah rekayasa.

Target intinya ingin menjatuhkan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

"Selama di pelariannya dia kirim BBM ke BB saya, seperti itu mau bentuknya kwitansi atau bukti-bukti lain yang dibagikan secara tertulis ataupun dikatakan secara lisan sejak itu semuanya adalah bohong dan inkonsistensi," ujar Nuril dalam pesan singkatnya kepada Tribunnews.com, Jumat(23/12/2011)

Nazaruddin kata Nuril juga cukup lihai dan jago membuat skenario dan mengarang pernyataan tidak masuk di akal.  "Contohya saudari Yulianis itu anak buahnya Anas, padahal yang saya ketahui Yulianis 1.000% anak buah Nazaruddin di perusahaannya," jelas Nuril.

Atas hal itu Nuril pun mencurigai ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan Nazaruddin untuk membunuh karakter Anas Urbaningrum dan partai Demokrat. Lebih jauh ia menyarankan sebagai mantan stafnya agar Nazaruddin bertaubat atas dosa bisnis dan politiknya yang selama ini dia lakukan.

"Konsentrasi saja terhadap kasus korupsi yang sedang dihadapi, saya yakin KPK bekerja profesional dan transparan untuk menegakkan hukum yang adil di Republik ini," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini