News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bentrok di Bima

Walhi NTB: Polisi Tembak Pengunjuk Rasa Pakai Peluru Tajam

Editor: Ade Mayasanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi bentrok berdarah

Laporan Wartawan Tribunnews.com Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Walhi NTB, Ali Usman Al Khairi menduga aparat kepolisian melakukan penembakan dengan menggunakan peluru tajam saat membubarkan aksi unjuk rasa berujung bentrok berdarah di Pelabuhan Ferry, Sape di Bima, NTB.

"Polisi membubarkan massa dengan tembakan mendatar dengan peluru tajam,"ujar Ali saat wawancara dengan TV One, Sabtu (24/12/2011).

Menurut Ali, benar memang polisi awalnya sudah memberikan tindakan tembakan peringatan ke udara. Akan tetapi, itu berlangsung sangat cepat dan secara tiba-tiba kepolisian menembak mendatar dengan peluru tajam.

Buktinya, lanjut Ali korban tewas bernama Arif Rahman (19) mengalami luka tembak lengan kanan tembus ke ketiak. Lalu Saepul(17) luka tembak dada tembus.

"Kalau dari informasi peringatan pakai peluru hampa lalu pakai peluru tajam tembakan mendatar," imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini