News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rusuh di Sampang

PBNU: Ada Desain Besar di Balik Pembakaran Pesantren Syiah

Penulis: Y Gustaman
Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yogi Gustaman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menduga, ada desain besar di balik aksi pembakaran pesantren penganut Syiah di Sampang, Madura.

Atas dasar tersebut, pemerintah dan aparat keamanan diminta bekerja lebih keras, mencegah aksi serupa terulang di kemudian hari.

Dugaan tersebut disampaikan Kiai Said Aqil atas kondisi hubungan Sunni-Syiah di Indonesia yang sebelumnya berlangsung damai.

Aksi pembakaran pesantren Syiah diduga dilakukan sekelompok orang untuk merusak kondisi damai tersebut.

"Ini pasti ada big design-nya. Ada pihak-pihak yang ingin merusak suasana damai di Indonesia," kata Kiai Said Aqil dalam rilis yang diterima Tribunnews.com di Jakarta, Sabtu (31/12/2011).

Indikasi lain dari dugaan tersebut, lanjut Kiai Said Aqil, adalah latar belakang aksi pembakaran pesantren Syiah di Sampang, yang bermula dari perselisihan hubungan keluarga.

Ditegaskannya, Sunni dan Syiah di Madura sama sekali tidak terlibat perselisihan, baik di masa lampau maupun sekarang.

"Artinya jelas, Sunni dan Syiah hanya dijadikan alat seolah-olah memang ada permusuhan, padahal tidak. Mereka (Sunni dan Syiah) dari dulu sampai sekarang hidup damai berdampingan," lanjut Kiai Said Aqil.

Kiai yang akrab disapa Kang Said ini meminta semua pihak bisa menahan diri untuk tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis.

“Pihak ketiga itu selalu melancarkan provokasi supaya konflik terus terjadi. Dan bukan tidak mungkin kasus serupa akan terjadi di kemudian hari,” katanya.

Namun ditanya mengenai pihak lain yang diduga sengaja merusak perdamaian di Madura, Kiai Said Aqil enggan membeberkannya secara gamblang.

Doktor Tasawuf lulusan Universitas Ummul Qura' Mekkah ini hanya meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bekerja lebih keras, mencegah aksi serupa meluas dan terulang di kemudian hari.

"Kalau saya yang mengatakan nanti dikatakan fitnah. Tapi kalau saya saja sudah tahu, polisi dan pemerintah harusnya lebih tahu. Mereka harus bekerja lebih keras mengatasi permasalahan ini," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini