News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sidang Nazaruddin

Yulianis: Hasyim Sembunyikan Barang Bukti Uang

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Taryono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan bawahan terdakwa kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games Muhammad Nazaruddin, Yulianis

Setelah penggeledahan itu, kantor PT Grup Permain ditutup dan dikunci. Rupanya, sesaat itu, Yulianis, Oktarina dan Neni masih berada di ruang kerja Neni.

Pada 22 April, pukul 02.00 WIB, baru datang seorang petinggi PT Grup Permai bernama Albert Pangebean ke dalam kantor setelah melompat pagar gedung. Pasalnya, penyidik KPK pada waktu itu mengunci pagar gedung dengan gembok. Karena ingin masuk, Albert bertengkar dengan penyidik KPK.

Tidak lama kemudian, datang Nur Hasim, adik Nazaruddin dan Yunus. Keduanya adalah petinggi PT Grup Permai. Kedatangan keduanya membuat Yulianis, Neni Kartini, dan Oktarina Furi bisa turun dan keluar dari ruangan.

Saat itu, Neni masih sempat menyerahkan kunci ruang kerjanya, tempat penyimpanan empat kardus barang bukti ke Hasyim.

Yulianis mengaku bingung, karena Hasyim bisa lolos dari petugas KPK dengan membawa koper yang sebelumnya hasil pemindahan sejumlah cek perusahaan. "Saya tidak tahu, barang itu kenapa tidak disita penyidik," ujarnya.

Menurut Yulianis, cek perusahaan yang berhasil dibawa Hasyim, bernilai Rp 3 miliar. "Nilainya Rp 3 miliar. Waktu setelah penggerebakkan itu, saya bilang ada cek yang belum dicairkan, nah itu diambil Pak Hasyim," bebernya.

Setelah melapor ke KPK, akhirnya penyidik KPK bernama Damanik menyita cek miliaran rupiah itu.(*)

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini